Stok minyak global menipis, Goldman: Ingatkan risiko pasokan
Selasa, 05 Mei 2026

JAKARTA - Goldman Sachs memperingatkan stok minyak global mendekati level terendah dalam delapan tahun, seiring percepatan penurunan persediaan akibat gangguan pasokan dari Selat Hormuz.
Seperti dikutip Reuters, bank tersebut memperkirakan total stok minyak global saat ini setara 101 hari permintaan (days of demand/DoD) dan berpotensi turun menjadi 98 hari pada akhir Mei. Penurunan ini terjadi di tengah pembatasan distribusi energi akibat eskalasi konflik di kawasan.
Harga minyak melonjak sekitar 6% pada Senin setelah Iran menyerang sejumlah kapal di Selat Hormuz dan memicu kebakaran di pelabuhan minyak UEA. Eskalasi ini menjadi yang terbesar sejak gencatan senjata diumumkan empat pekan lalu, di tengah upaya Presiden Donald Trump membuka kembali jalur pelayaran dengan pengerahan Angkatan Laut AS.
Goldman menilai stok global secara keseluruhan “kemungkinan besar tidak akan mencapai tingkat operasional minimum musim panas ini”, namun menggarisbawahi percepatan penurunan sebagai risiko utama. Bank itu juga menyoroti tekanan pada pasokan di sejumlah wilayah dan jenis produk energi.
Stok komersial produk olahan global tercatat turun dari sekitar 50 hari permintaan sebelum perang AS-Israel dengan Iran menjadi 45 hari saat ini. Goldman menambahkan, cadangan produk olahan yang mudah diakses kini mendekati level sangat rendah, sehingga mempersempit ruang penyangga terhadap guncangan pasokan.(DH)