Ketegangan AS-Iran memanas, harga tembaga melemah
Selasa, 05 Mei 2026

JAKARTA - Harga tembaga melemah setelah Amerika Serikat dan Iran saling menyerang di Teluk Persia pada hari Senin (4/5), menimbulkan ketidakpastian terhadap kelanjutan gencatan senjata serta meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang telah mengguncang pasar global.
Logam tersebut sempat turun hingga 1,7% di London Metal Exchange setelah sebelumnya mencatat kenaikan pertama dalam tujuh sesi pada hari Jumat. Bursa LME tutup pada hari Senin karena hari libur nasional di Inggris.
Seperti dikutip Bloomberg, militer AS menahan serangan Iran sambil mengawal dua kapal berbendera AS melintasi Selat Hormuz, sementara serangan drone menghantam pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab.
Risiko bagi pasar logam adalah jika penutupan selat berlangsung lama, yang dapat memperparah guncangan energi dan mendorong bank sentral mengambil kebijakan yang lebih ketat, sehingga menekan sektor manufaktur dan permintaan komoditas industri.
Dari sisi pasokan, stok tembaga di gudang yang dipantau LME masih mendekati level tertinggi sejak 2013, menambah sentimen negatif di pasar.
Pada pukul 10.02 waktu Shanghai, Selasa (5/5) harga tembaga turun 1% menjadi US$12.863 per ton di LME.
Aluminium melemah 0,9% dan seng turun 1,1%. Sementara itu, kontrak berjangka bijih besi relatif stabil di US$108,40 per ton di Bursa Singapura, dengan aktivitas perdagangan yang lesu karena libur di China. Pasar China akan kembali dibuka pada hari Rabu. (DK)