Laba Gudang Garam melesat, karyawan susut 23,5%
Selasa, 05 Mei 2026

JAKARTA – PT Gudang Garam Tbk (GGRM), produsen rokok dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua, mencetak laba bersih Rp1,54 triliun pada kuartal pertama 2026.
Menurut laporan keuangan yang disampaikan akhir April, perolehan laba itu meningkat 1.373% secara tahunan atau naik 14,7 kali lipat dari kuartal yang sama tahun lalu.
Padahal pendapatan GGRM di kuartal pertama tahun ini turun 12,8% secara tahunan menjadi Rp20,11 triliun. Pendapatan lain yang dihasilkan perusahaan juga turun 48,5% menjadi Rp56,03 miliar.
Namun menghadapi tekanan tersebut, GGRM menurunkan biaya pokok pendapatannya hingga 19,4% menjadi Rp16,97 triliun. Penurunan ini termasuk efisiensi bahan baku, upah langsung, hingga biaya pokok produksi.
Beban usaha GGRM juga ditekan hingga 34,9% dan turun menjadi Rp1,17 triliun, yang di dalamnya termasuk efisiensi kompensasi karyawan hingga ongkos perjalanan dinas.
Laporan keuangan GGRM mencatat jumlah karyawan yang bekerja hingga Maret 2026 sebanyak 21.454 orang, turun 2,32% dari akhir Desember 2025.
Namun jika dibandingkan dengan akhir kuartal pertama 2025, jumlah karyawan GGRM telah menyusut 6.579 orang atau setara 23,48% dari sebelumnya 28.033 orang.
Menurut catatan IDNFinancials.com, GGRM sempat menghadapi isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Massal pada kuartal empat 2025.
Namun perusahaan menepis dugaan PHK terhadap ratusan karyawan, dengan menyebut penghentian karyawan berlangsung lewat program pensiun dini serta akhir dari periode kontrak.
Harga saham GGRM turun 0,93% ke Rp16.025 per lembar hingga pukul 10.57 WIB hari ini. Dengan asumsi Earning Per Share (EPS) disetahunkan Rp3.196, harga saham perseroan mencerminkan Price to Earnings (PE) Rasio 5 kali. (KR)