IAEA: Drone rusak peralatan pemantauan pembangkit nuklir Zaporizhzhia
Selasa, 05 Mei 2026

VIENNA - Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada Senin (4/5) mengatakan bahwa peralatan pemantauan meteorologi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia yang berada di bawah kendali Rusia di tenggara Ukraina telah rusak akibat serangan drone.
Pembangkit Zaporizhzhia, yang merupakan fasilitas nuklir terbesar di Eropa dengan enam reaktor, direbut oleh pasukan Rusia pada minggu-minggu awal invasi ke Ukraina pada Februari 2022.
Sejak saat itu, kedua pihak saling menuduh melakukan aksi militer yang dapat membahayakan keselamatan fasilitas tersebut, yang terletak dekat garis depan pertempuran, mengutip dari Reuters.
Dalam unggahan di platform X, IAEA menyebutkan bahwa tim ahli mereka telah mengunjungi Laboratorium Kontrol Radiasi Eksternal (ERCL) di lokasi tersebut, sehari setelah pihak pengelola yang ditunjuk Rusia melaporkan adanya serangan drone.
“Tim mengamati kerusakan pada sejumlah peralatan pemantauan meteorologi di laboratorium yang kini tidak lagi berfungsi,” kata IAEA dalam pernyataannya.
IAEA juga menyampaikan bahwa Direktur Jenderal Rafael Grossi kembali menyerukan “penahanan militer maksimum di sekitar semua fasilitas nuklir untuk menghindari risiko keselamatan.”
Pembangkit yang saat ini tidak lagi menghasilkan listrik itu telah beberapa kali menjadi target drone sejak perang dimulai.
Pihak pengelola pada Minggu menyatakan bahwa kerusakan yang terjadi tergolong kecil dan tidak mengganggu operasi secara keseluruhan.
Salah satu jalur listrik eksternal di fasilitas tersebut, yang diperlukan untuk menjaga pendinginan bahan bakar nuklir, telah terputus sejak akhir Maret.
IAEA pekan lalu mengatakan sedang berupaya mengatur gencatan senjata lokal untuk melakukan perbaikan.
Grossi sendiri telah beberapa kali mengunjungi Zaporizhzhia sejak berada di bawah kendali Rusia, dan IAEA juga menempatkan pengamat tetap di sana serta di tiga pembangkit nuklir Ukraina lainnya yang masih beroperasi. (DK)