Minim likuiditas Asia, bitcoin gagal tembus level US$80.000

Selasa, 05 Mei 2026

image

NEW YORK - Bitcoin memulai sesi perdagangan di Hong Kong di bawah level US$80.000, menurut data dari CoinDesk, kembali menguji area yang berulang kali menjadi batas kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.Pergerakan harga masih cenderung sideways, mencerminkan pasar yang belum menemukan momentum baru untuk menembus resistance penting tersebut.Menurut laporan Glassnode, harga saat ini bergerak tepat di bawah level realisasi pemegang jangka pendek di kisaran US$80.700, yang kini berfungsi sebagai resistance jangka pendek.Level ini menjadi penentu arah berikutnya, apakah Bitcoin mampu melanjutkan reli atau kembali tertahan dalam fase konsolidasi, mengutip dari Coindesk.Tekanan tidak hanya datang dari faktor teknikal. Data Presto Research menunjukkan bahwa jam perdagangan Asia justru konsisten menekan imbal hasil sepanjang April, sementara sesi Amerika Serikat dan Eropa menjadi kontributor utama kenaikan harga, menandakan ketimpangan partisipasi global.Kondisi ini tercermin dari lesunya aktivitas ETF Bitcoin spot di Hong Kong, yakni ChinaAMC, Bosera HashKey, dan Harvest.Ketiganya mencatat aset bersih sekitar US$319,48 juta, dengan volume transaksi harian yang rendah dan minim penciptaan unit baru, menunjukkan lemahnya minat investor regional terhadap aset kripto.Di sisi lain, arus dana di kawasan tampak beralih ke pasar lain.IPO di Hong Kong berhasil menghimpun sekitar HK$110 miliar pada kuartal pertama 2026, menjadi awal terkuat dalam lima tahun, didorong oleh perusahaan AI dan teknologi dari China.Dengan ratusan antrean IPO, pasar ekuitas menawarkan alternatif investasi dengan narasi pertumbuhan tinggi yang bersaing langsung dengan kripto.Pembuat pasar Enflux menilai Bitcoin kini diuji untuk bertahan di sekitar US$80.000 tanpa dukungan partisipasi global yang kuat.Jika minat dari Asia tetap lemah, maka kenaikan lanjutan akan sangat bergantung pada sesi Barat, tanpa dukungan likuiditas yang biasanya datang dari perdagangan Asia.Data arus dana memperkuat gambaran tersebut. ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus keluar bersih sebesar US$783,4 juta pekan lalu, disertai penurunan volume perdagangan dan melemahnya tekanan beli, menurut Glassnode.Hal ini menunjukkan bahwa permintaan yang mendorong reli sebelumnya mulai memudar, sehingga level US$80.000 kini lebih dipandang sebagai batas atas rentang harga daripada titik breakout.Meski sempat melampaui US$80.000 dan mencatat kenaikan 19% dalam sebulan, mengungguli S&P 500, momentum Bitcoin mulai menghadapi tantangan.Optimisme dari perkembangan regulasi seperti CLARITY Act, yang didukung tokoh seperti Tim Scott, memang memberi sentimen positif, namun tekanan dari posisi opsi di level US$80.000 berpotensi membatasi kenaikan, menciptakan “batas atas” yang sulit ditembus dalam waktu dekat. (DK)