Raksasa NATO Jerman: Trump gagal imbangi taktik negosiasi Iran

Selasa, 05 Mei 2026

image

NEW YORK - Kanselir Jerman Friedrich Merz melontarkan kritik keras terhadap Amerika Serikat, dengan menilai posisi Washington kini melemah di hadapan Iran.

Pemimpin negara raksasa NATO itu bahkan menyebut Negeri Paman Sam “dipermalukan” oleh strategi diplomasi Teheran yang dinilai lebih cerdik.Seperti dikutip The Guardian, Merz menyampaikan pandangannya saat berbicara di depan mahasiswa di Marsberg.

Ia menilai pemerintahan Presiden Donald Trump gagal mengimbangi taktik negosiasi Iran yang cenderung berlarut tanpa hasil konkret.“Iran sangat piawai dalam bernegosiasi, atau lebih tepatnya piawai untuk tidak benar-benar bernegosiasi, membiarkan pihak Amerika datang dan pergi tanpa hasil,” ujar Merz.Menurutnya, kebuntuan diplomasi tersebut menjadi pukulan serius bagi reputasi global AS. Ia juga menyoroti peran Pengawal Revolusi Iran yang dianggap sebagai aktor utama di balik sikap keras Teheran.“Seluruh bangsa dipermalukan oleh kepemimpinan Iran, khususnya oleh kelompok yang disebut Pengawal Revolusi ini. Saya berharap situasi ini segera berakhir,” tegasnya.Pernyataan Merz muncul setelah Trump membatalkan rencana perjalanan tim negosiator AS ke Islamabad untuk melanjutkan pembicaraan tidak langsung dengan Iran.

Dua pekan sebelumnya, Wakil Presiden JD Vance telah memimpin delegasi ke Pakistan, namun belum menghasilkan kemajuan berarti.Di sisi lain, Trump sempat mengklaim bahwa posisi AS jauh lebih kuat dibanding Iran. Ia menyebut Teheran seharusnya mengambil inisiatif untuk membuka komunikasi.“Kami memegang semua kartu. Jika Teheran ingin berbicara, mereka bisa datang kepada kami atau menghubungi kami,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News.Namun, pernyataan berbeda datang dari pihak Iran. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan tekanan ekonomi dari AS tidak melemahkan negaranya.

Ia bahkan menyebut dunia kini mulai melihat kekuatan Iran yang sebenarnya.“Dunia kini menyadari kekuatan sejati Iran. Republik Islam Iran adalah sistem yang stabil, solid, dan kuat,” ujar Araghchi. (DK)