Emas anjlok 2%, dolar menguat tekan pasar global

Selasa, 05 Mei 2026

image

JAKARTA - Harga emas melemah sekitar 2% pada Senin setelah ketegangan Amerika Serikat - Iran mendorong penguatan dolar AS dan memperkuat kekhawatiran inflasi yang menjaga ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama.

Seperti dikutip Reuters, emas spot turun 2% ke US$4.523,23 per ons pada pukul 14.05 waktu New York, sementara kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 2,4% ke US$4.533,30.

“Berita terbaru jelas tidak memberikan kepercayaan kepada pasar bahwa semuanya akan baik-baik saja dan sekali lagi memunculkan momok masalah inflasi, bersamaan dengan sinyal yang cukup agresif kepada pasar mengenai suku bunga,” kata Bart Melek.

Tekanan pasar meningkat setelah Iran menyerang sejumlah kapal di Selat Hormuz dan memicu kebakaran di pelabuhan minyak UEA. Situasi ini menjadi eskalasi terbesar sejak gencatan senjata empat minggu lalu, di tengah operasi Presiden Donald Trump yang mengerahkan Angkatan Laut AS untuk membuka kembali jalur pelayaran.

Penguatan dolar AS dan lonjakan harga minyak mentah Brent lebih dari 5% turut menekan emas, karena logam mulia tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Kenaikan harga energi juga memperkuat kekhawatiran inflasi global, yang mendorong ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi ini menekan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.

“Saya melihat level support yang kuat di sekitar US$4.200 untuk emas. Saya rasa ada isu-isu yang lebih luas di akhir tahun yang dapat mendukung harga. Namun, ketidakpastian dan kemungkinan kenaikan suku bunga dapat mendorong beberapa trader untuk keluar dari posisi mereka dalam waktu dekat,” kata Melek.

Logam mulia lain juga ikut tertekan. Perak turun 3,2% ke US$72,95, platinum melemah 1,7% ke US$1.955,95, dan palladium turun 2,9% ke US$1.481,00.(DH)