Harga minyak berangsur turun, sinyal positif bagi IHSG

Rabu, 06 Mei 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan Rabu (6/5), melanjutkan kenaikan 1,44% sejak awal pekan.

Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG secara teknikal memiliki potensi penguatan, meskipun terbatas dengan rentang target resistance terdekat di level 7.100-7.160.

Penguatan ini, kata analis BRI Danareksa dalam riset yang disampaikan hari ini, mendapat dukungan euforia pasar yang menyambut data pertumbuhan ekonomi di atas ekspektasi.

“Saham-saham perbankan dan konglomerasi diproyeksi akan menjadi tulang punggung IHSG dalam waktu dekat,” ungkap analis BRI Danareksa.

Sementara analis Phintraco Sekuritas menyebut indeks saham di Wall Street pada Selasa kembali menguat, dipicu pelemahan harga minyak mentah dan kinerja perusahaan tercatat. Nasdaq Composite dan S&P 500 kembali mencetak rekor tertinggi baru, dengan penguatan masing-masing 1,03% dan 0,81%.

Secara teknikal, analis Phintraco menilai indikator Stochastic RSI pada IHSG telah mengindikasikan reversal dari area oversold atau jenuh jual. Posisi ini juga diperkuat histogram negatif MACD yang mulai menyempit.

“Sehingga secara teknikal, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 7.100-7.150,” jelas analis Phintraco.

Menurut data New York Mercantile Exchange (NYMEX), harga minyak mentah WTI di pasar berjangka turun 3,90% ke level US$102,27 per barel pada Selasa, serta berlanjut turun 1,92% ke US$100,42% di pembukaan sesi Asia hari ini.

Sedangkan kontrak berjangka untuk minyak Brent turun 3,99% ke US$109,87 per barel pada Selasa, serta berlanjut melemah 1,05% ke US$108,72 per barel pada pagi ini. (KR)