Trump akui telepon Maduro, tapi tutup rincian percakapan
Senin, 01 Desember 2025

JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi pada Minggu bahwa ia telah berbicara dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, namun enggan merinci isi percakapan tersebut.
“Saya tidak ingin mengomentarinya. Jawabannya ya,” kata Trump kepada wartawan di Air Force One.
Dikutip reuters.com (30/11), percakapan ini pertama kali dilaporkan The New York Times sebagai diskusi kemungkinan pertemuan antara kedua pemimpin di AS. Mengenai panggilan tersebut, Trump menambahkan, “Saya tidak akan bilang itu berjalan baik atau buruk, itu hanya panggilan telepon.”
Pengumuman ini muncul di tengah retorika keras Trump terhadap Venezuela, termasuk pernyataannya pada Sabtu bahwa ruang udara di atas dan sekitar Venezuela harus dianggap tertutup sepenuhnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Menanggapi pertanyaan apakah hal itu menandakan serangan akan segera dilakukan, Trump menegaskan, “Jangan membaca terlalu dalam hal itu.”
Pemerintahan Trump sedang menimbang berbagai opsi terkait Venezuela, termasuk upaya menggulingkan Maduro, yang dituduh AS memasok narkoba ilegal.
Maduro membantah tuduhan tersebut. Reuters melaporkan bahwa militer AS siap melanjutkan operasi setelah penumpukan di Karibia dan hampir tiga bulan serangan terhadap kapal-kapal narkoba di lepas pantai Venezuela.
Menanggapi serangan sebelumnya di Karibia yang menewaskan korban selamat, ia mengatakan: “Tidak akan menginginkan serangan semacam itu.”
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebut serangan AS sah secara hukum dan “mematikan.”
Maduro dan pejabat tinggi Venezuela belum memberi komentar. Jorge Rodriguez, kepala Majelis Nasional Venezuela, mengatakan panggilan tersebut bukan topik konferensi persnya, yang membahas penyelidikan terhadap serangan kapal AS di Karibia.(DH)