Tanker terbang KC-135 Amerika hilang di atas Qatar
Rabu, 06 Mei 2026

JAKARTA - Sebuah pesawat pengisian bahan bakar udara militer AS Boeing KC-135 Stratotanker dilaporkan mengirim sinyal darurat “7700” saat terbang di atas Teluk Persia, sebelum jejaknya hilang di wilayah udara sekitar Qatar, di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Seperti dikutip Ndtv, Data pelacakan penerbangan dari Flightradar24 menunjukkan pesawat lepas landas dari Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab dan sempat terbang memutar sebelum mulai menurunkan ketinggian untuk mendarat. Pesawat tersebut diketahui mendukung operasi militer AS di kawasan.
Penyebab keadaan darurat belum diketahui, dan belum ada konfirmasi resmi yang mengaitkan insiden ini dengan aksi permusuhan. Media semi resmi Iran, Fars News Agency, turut melaporkan hilangnya sinyal pesawat dengan mengutip data pelacakan yang sama. Hingga kini, baik pihak Iran maupun militer AS belum memberikan pernyataan resmi terkait status pesawat.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya risiko keamanan kawasan. Pada Maret lalu, kelompok Islamic Resistance in Iraq mengklaim menembak jatuh pesawat KC-135 milik AS di Irak barat. Kelompok tersebut menyatakan aksi itu dilakukan “untuk mempertahankan kedaulatan dan wilayah udara negara kita,” sebagaimana dilaporkan Reuters.
KC-135 Stratotanker merupakan pesawat pengisian bahan bakar di udara yang telah digunakan Angkatan Udara AS selama lebih dari 60 tahun.
Pesawat ini memungkinkan jet tempur, pembom, dan pesawat militer lain memperpanjang durasi terbang dan jangkauan operasi, sekaligus mampu mengangkut kargo, penumpang, hingga menjalankan misi evakuasi medis.(DH)