Strategy leluasa pilih utang dan ekuitas, terus akumulasi bitcoin
Senin, 01 Desember 2025

JAKARTA - CEO Strategy, Phong Le, menegaskan bahwa perusahaan kini memiliki fleksibilitas modal paling kuat sejak berdiri untuk melanjutkan akumulasi bitcoin jangka panjang.
Dikutip coindesk.com (30/11), dalam podcast “Apa yang Dilakukan Bitcoin”, Le menyebut akses ke pasar utang dan ekuitas sebagai “magic” yang memungkinkan perusahaan menambah kepemilikan bitcoin melalui berbagai siklus pasar.
Ia menjelaskan bahwa struktur neraca Strategy sengaja dibangun dengan utang jatuh tempo panjang untuk menghindari tekanan likuiditas. “Utang pertama kami jatuh tempo pada Desember 2025,” ujarnya.
Dengan beberapa tranche obligasi konversi berjangka panjang dan risiko dilusi rendah, perusahaan dapat memilih momentum terbaik untuk menerbitkan ekuitas maupun utang.
“Kami telah menunjukkan bahwa kami bisa melakukan keduanya. Kami bisa memilih waktu yang tepat untuk keduanya,” kata Le.
Sejak rebranding dari MicroStrategy menjadi Strategy pada Februari 2025, perusahaan memegang lebih dari 158.000 BTC dan makin dikenal sebagai bisnis hybrid antara perangkat lunak enterprise dan strategi treasury berbasis bitcoin. Le menyatakan pemegang saham telah memahami identitas baru Perseroan. “Kami adalah satu-satunya titik akses terhadap strategi ini di pasar publik.”
Meski sebagian investor masih mempertanyakan valuasi perusahaan ketika harga bitcoin volatil, Le menilai kinerja perusahaan melewati berbagai siklus dan akses modal yang tetap terbuka menunjukkan bahwa model tersebut berhasil. “Strategi ini berhasil karena kami tahu cara menggunakan pasar modal dengan baik,” katanya.
Strategy berencana terus mengalirkan arus kas dari bisnis perangkat lunak ke bitcoin sambil memantau kondisi untuk penerbitan ekuitas atau utang berikutnya.
Analis CoinDesk, James Van Straten, menilai pasar mungkin masih menguji valuasi perusahaan, namun meyakini bahwa setelah struktur obligasi konversi saat ini terlewati, “bitcoin dan MSTR akan reli keras.”(DH)