Berhasil hindari AL Amerika, VLCC Iran boleh melintas di perairan RI

Kamis, 07 Mei 2026

image

JAKARTA - Keberadaan kapal-kapal tanker VLCC (very large crude carrier) Iran yang melintas di perairan Indonesia setelah berhasil melewati blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz dinilai sebagai pelaksanaan hak lintas yang sah menurut hukum internasional, demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia telah menerima laporan terkait aktivitas kapal-kapal asing, termasuk dari Iran, di wilayah perairannya.Ia menambahkan bahwa verifikasi lapangan serta koordinasi internal telah dilakukan.“Pemerintah Indonesia memandang kapal-kapal tersebut menjalankan hak lintas sesuai dengan ketentuan hukum internasional,” ujar Yvonne dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, seperti dikutip dari Antara.Ia menegaskan bahwa seluruh aktivitas navigasi di perairan, termasuk di Indonesia, mengacu pada Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982, yang mengatur berbagai rezim lintas di tiap zona maritim.Lebih lanjut, Yvonne memastikan Kemlu bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan situasi dan menjalin komunikasi melalui jalur diplomatik yang sesuai.Sebelumnya, sebuah kapal tanker raksasa (VLCC) asal Iran yang mengangkut minyak mentah senilai hampir 220 juta dolar AS (sekitar Rp3,81 triliun) terdeteksi memasuki perairan Indonesia.Berdasarkan laporan lembaga pemantau TankerTrackers pada Ahad (3/5), kapal milik National Iranian Tanker Company (NITC) tersebut berhasil menghindari pemantauan Angkatan Laut AS sebelum mencapai wilayah Indonesia.Kapal supertanker yang teridentifikasi dengan nama HUGE (9357183) itu terakhir terpantau di lepas pantai Sri Lanka lebih dari sepekan sebelumnya, lalu melintasi Selat Lombok menuju Kepulauan Riau.Sehari kemudian, Senin (4/5), TankerTrackers juga melaporkan adanya kapal tanker Iran kedua yang memasuki Selat Lombok dengan muatan minyak mentah.“Kapal kedua bernama DERYA (9569700) sedang melakukan perjalanan serupa,” tulis TankerTrackers melalui akun media sosial X.Lembaga tersebut menjelaskan bahwa kapal DERYA semula direncanakan mengirimkan sekitar 1,88 juta barel minyak ke India pada pertengahan April, namun rencana itu batal.Kapal tersebut kemudian berlayar ke arah selatan dari India sebelum akhirnya menuju perairan Indonesia dan melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Riau. (DK)