Superyacht milik taipan Rusia melenggang lagi lewati Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026

image

JAKARTA – Superyacht mewah bernama Nord, milik miliarder Rusia Alexey Mordashov, terlihat melenggang melewati Selat Hormuz lagi, yang sedang diblokade Iran dan Amerika, menempuh perjalanan panjang sejauh sekitar 7.500 mil laut menuju Vladivostok, Rusia.

Mengutip dari LuxuryLaunches, Rabu (06/05), kapal senilai sekitar US$500 juta ini memulai perjalanan pulangnya dengan bergerak ke arah timur setelah melewati Selat Hormuz lagi. Dari sana, Nord memasuki perairan luas Samudra Hindia.

Dalam perjalanannya, kapal ini sempat terpantau berada di Seychelles, menandai tahap awal dari pelayaran panjang menuju Rusia.

Perjalanan ini bukan sekadar perpindahan biasa. Rute yang ditempuh direncanakan dengan matang, mempertimbangkan jarak, kebutuhan bahan bakar, dan efisiensi operasional selama melintasi samudra.

Sebelum berangkat, Nord menjalani perawatan rutin di Dubai. Berbagai pemeriksaan teknis dan penyempurnaan dilakukan untuk memastikan kapal siap menghadapi perjalanan jarak jauh.

Setelah itu, kapal meninggalkan kawasan Teluk dan melintasi Selat Hormuz dengan mengibarkan bendera Rusia—sebuah momen yang sempat menarik perhatian internasional. Dari titik ini, Nord melanjutkan pelayaran panjang menuju Timur Jauh Rusia.

Tujuan akhirnya adalah Vladivostok. Menariknya, kota ini bukan tujuan baru bagi Nord, melainkan pangkalan yang sering dikunjungi. Kapal ini kerap bersandar di Terminal Kelautan Teluk Golden Horn (Morvokzal), bukan di marina pribadi, berdasarkan berbagai laporan sebelumnya.

Spesifikasi Yacht ‘Raksasa’

Nord termasuk salah satu kapal (yacht) pesiar pribadi terbesar di dunia.

Kapal ini dibangun oleh Lürssen dan diserahkan pada 2021 dengan nama proyek Opus, dengan desain dari Nuvolari Lenard.

Panjangnya mencapai sekitar 142 meter dengan lebar 19,5 meter. Kapal ini memiliki enam dek (tingkat) dan dirancang menggunakan kombinasi baja, aluminium, serta kayu jati.

Dari sisi tenaga, Nord menggunakan empat mesin diesel besar yang mampu mendorong kapal hingga kecepatan sekitar 20 knot (sekitar 37 km/jam), dengan kecepatan jelajah rata-rata 15 knot. Kapal ini juga membawa sekitar 750.000 liter bahan bakar, cukup untuk perjalanan antar-samudra.

Di dalamnya, Nord dapat menampung hingga 36 tamu dan sekitar 40-an kru. Fasilitasnya tergolong sangat lengkap, antara lain:

  • Dua helipad (tempat mendarat helikopter) dengan hanggar
  • Kolam renang sepanjang 25 meter
  • Spa, sauna, dan pusat kebugaran
  • Bioskop pribadi
  • Klub pantai
  • Lift antar dek
  • Fasilitas olahraga air dan kapal pendukung (tender)

Bukan sekadar perjalanan biasa

Dengan kemampuan dan fasilitas tersebut, pelayaran Nord kali ini bukan hanya perjalanan pulang, tetapi juga menunjukkan kemampuan kapal ini untuk berlayar jarak jauh secara mandiri melintasi berbagai samudra.

Seperti diberitakan IDNFinancials.com Senin (27/4), sebelumnya sebuah kapal pesiar super (superyacht) yang terkait dengan miliarder Rusia yang dikenai sanksi, Alexey Mordashov, dilaporkan melintas melalui Selat Hormuz pada hari Sabtu (25/4), menurut data pelacakan kapal Marine Traffic.

Hal ini menjadi salah satu dari sedikit kapal yang mampu dengan tenang melewati jalur pelayaran yang diblokade di tengah konflik Amerika Serikat–Iran.

Kapal bernama Nord, superyacht sepanjang 142 meter (465 kaki) berharga lebih dari US$500 juta, meninggalkan marina di Dubai sekitar pukul 14.00 GMT pada Jumat, melintasi Selat Hormuz pada Sabtu pagi, dan tiba di Muscat pada Minggu dini hari, menurut data platform MarineTraffic.Terkait : Sebuah superyacht melenggang lewati Selat Hormuz, milik siapa?