Harga minyak merosot, IHSG berpotensi naik dekati 7.200
Kamis, 07 Mei 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat mendekati 7.200 pada perdagangan Kamis (7/5), didukung sentimen positif dari pasar global.
Analis Phintraco Sekuritas menilai penguatan ini akan melanjutkan reli tiga hari sebelumnya pada IHSG, yang didukung meredanya kekhawatiran akan perang Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Di pasar global, harapan damai antara AS dan Iran mendorong harga minyak mentah WTI turun 7,03% ke US$95,08 per barel pada Rabu, sementara Brent turun 7,83% ke US$101,27 per barel.
Melemahnya harga minyak mentah pun disambut oleh penguatan di bursa saham Wall Street. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite melanjutkan reli ke rekor tertinggi baru.
Secara teknikal, analis Phintraco menilai IHSG berhasil menguat di atas level MA5, yang diikuti oleh penyempitan histogram negatif pada MACD. Indikator Stochastic RSI juga disebut telah naik dari area oversold.
“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menguji level 7.150-7.200,” jelas analis Phintraco.
Sebelumnya pada Rabu, kenaikan IHSG mendapat dukungan dari saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) yang mencatat kenaikan harga 7,51%, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) 4,94%, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) 6,20%.
Namun di tengah penguatan IHSG, investor asing mencatat net sell Rp482,07 miliar.
Dari kawasan emerging market Asia Pasifik, seluruh indeks saham kompak menguat pada perdagangan Rabu. KOSPI Korea Selatan memimpin dengan penguatan 6,45% dan SET Thailand 1,80%. (KR)