Erick Trump rugi US$81,8 juta meski produksi BTC cetak rekor
Kamis, 07 Mei 2026

NEW YORK - American Bitcoin, perusahaan penambangan dan treasury bitcoin yang didirikan bersama oleh Eric Trump, mencatat rugi bersih US$81,8 juta pada kuartal I 2026, membengkak dibanding kerugian US$59,5 juta pada kuartal sebelumnya.
Berdasarkan laporan ke regulator pasar modal AS, pendapatan dari aktivitas penambangan turun menjadi US$62,1 juta dari US$78,3 juta pada kuartal IV 2025.
Sementara itu, beban operasional perusahaan mencapai US$150,7 juta, mengutip dari THE BLOCK.
Kerugian terbesar berasal dari penurunan nilai aset digital senilai US$117,2 juta, seiring harga bitcoin (BTC) yang merosot 22% sepanjang kuartal pertama sehingga memangkas nilai kepemilikan aset kripto perusahaan.
CEO American Bitcoin Mike Ho mengatakan bisnis inti perusahaan sebenarnya masih mencetak keuntungan jika tidak memperhitungkan penyesuaian akuntansi atas nilai bitcoin.
Ia menegaskan perusahaan juga tidak menjual satu pun bitcoin selama periode tersebut.
Di tengah tekanan pasar, American Bitcoin justru membukukan produksi tertinggi sepanjang sejarah perusahaan dengan menambang 817 BTC pada kuartal I.
Perusahaan juga membeli 803 BTC tambahan untuk treasury, sehingga total kepemilikan mencapai 7.021 BTC per 31 Maret.
Margin kotor bisnis penambangan tetap bertahan di atas 50%, sementara biaya produksi turun menjadi US$36.200 per bitcoin dari sebelumnya US$46.900 per koin pada kuartal IV 2025.
Perusahaan turut memperluas kapasitas dengan membeli 11.298 mesin penambang dari Bitmain pada awal Maret. Hingga akhir kuartal I, American Bitcoin memiliki 89.242 mesin penambang dengan kapasitas gabungan 28,1 EH/s.
Eric Trump mengatakan perusahaan kini menjadi pemegang bitcoin terbesar ke-16 di dunia hanya dalam waktu delapan bulan sejak melantai di bursa.
Saham American Bitcoin naik 1,63% menjadi US$1,25 pada perdagangan Rabu, meski masih turun 72,5% dalam enam bulan terakhir. (DK)