Swasta usul Depkeu Amerika salurkan dana di The Fed ke repo overnight

Kamis, 07 Mei 2026

image

NEW YORK – Treasury Borrowing Advisory Committee (TBAC) mengusulkan Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) tengah mempertimbangkan langkah baru dalam pengelolaan kas dan likuiditas dengan masuk ke pasar repurchase agreement (repo) semalam.

Wacana tersebut dibahas dalam pertemuan TBAC pekan ini dan dinilai berpotensi memengaruhi likuiditas pasar keuangan secara signifikan.

[[ TBAC merupakan kelompok penasihat yang beranggotakan pelaku sektor swasta, seperti bank besar dan institusi keuangan. Tugasnya memberikan masukan kepada Departemen Keuangan AS terkait strategi pembiayaan pemerintah, penerbitan surat utang negara, serta kondisi dan fungsi pasar keuangan.]]

Dalam pembahasan tersebut, anggota TBAC mendiskusikan kemungkinan Treasury menyalurkan kelebihan kas pemerintah ke pasar repo untuk memperoleh imbal hasil investasi, sambil tetap menjaga manajemen risiko dan menghindari gangguan pasar.

Selama ini, Treasury menyimpan sebagian besar kasnya di Treasury General Account (TGA) milik Federal Reserve atau The Fed. Ketika saldo kas Treasury meningkat besar di The Fed, dana tersebut praktis terserap keluar dari sistem keuangan swasta.

Kondisi itu membuat cadangan perbankan berkurang dan berpotensi memperketat likuiditas pasar, terutama saat tekanan di pasar pendanaan jangka pendek meningkat.

Jika Treasury ikut menjadi pemberi pinjaman di pasar repo, dana kas pemerintah dapat kembali mengalir ke sistem perbankan. Langkah ini diyakini bisa membantu meredakan tekanan likuiditas, khususnya pada periode kebutuhan dana tinggi seperti akhir bulan atau akhir kuartal.

“Dengan saldo kas besar, Treasury menyerap cadangan dari sistem yang bisa memicu masalah likuiditas. Dampaknya dapat dikurangi dengan menyalurkan kas ke pasar repo, sehingga seperti menyuntikkan kembali cadangan ke sistem,” ujar strategist suku bunga TD Securities, Jan Nevruzi.

Usulan tersebut muncul di tengah upaya pemerintah AS mengoptimalkan pengelolaan saldo kas Treasury yang besar dan fluktuatif, terutama ketika kebutuhan pembiayaan pemerintah masih tinggi.

Saat ini Treasury umumnya menyimpan seluruh kasnya di TGA milik The Fed yang tidak memberikan bunga. Presentasi TBAC menunjukkan saldo TGA biasanya dipertahankan cukup untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran pemerintah selama satu pekan, dengan batas minimum sekitar US$150 miliar. Saat ini, saldo TGA tercatat sekitar US$879 miliar.

Saldo kas Treasury yang tinggi biasanya berbanding terbalik dengan cadangan bank. Untuk membangun saldo kas tersebut, Treasury menerbitkan surat utang seperti Treasury bills, notes, atau bonds. Investor membeli surat utang itu menggunakan dana di rekening bank, sehingga cadangan bank di The Fed ikut berkurang.

Usulan Ini Efektif?

Namun, efektivitas langkah Treasury masuk ke pasar repo juga bergantung pada selisih imbal hasil repo dengan bunga cadangan bank di The Fed atau Interest on Reserve Balances (IORB).

Saat ini, suku bunga repo semalam atau Secured Overnight Financing Rate (SOFR) berada di level 3,62%, sedangkan bunga IORB mencapai 3,65%. Artinya terdapat selisih negatif sekitar 3 basis poin, sehingga secara nominal Treasury justru memperoleh imbal hasil sedikit lebih rendah dibanding bunga cadangan yang diterima bank di The Fed.

Meski demikian, analis menilai perbandingan tersebut lebih berkaitan dengan biaya peluang bagi sistem keuangan secara keseluruhan dan apakah keterlibatan Treasury di pasar repo benar-benar mampu memperbaiki fungsi pasar.

Strategist Wells Fargo, Angelo Manolatos, mengatakan wacana ini masih berada pada tahap awal dan belum resmi dimasukkan ke dalam kuesioner untuk primary dealers.

Meski begitu, isu tersebut mulai mendapat perhatian lebih besar seiring potensi perubahan kebijakan neraca The Fed.

Bank sentral AS itu sebelumnya memperlambat hingga nyaris menghentikan pengurangan neraca atau quantitative tightening sejak Desember lalu, setelah muncul tanda-tanda pengetatan likuiditas, termasuk kenaikan berkala suku bunga repo dalam beberapa waktu terakhir. (DK)