Survei Goldman Sachs: Investor besar yakin emas tembus rekor 2026

Senin, 01 Desember 2025

image

JAKARTA - Survei Goldman Sachs terhadap lebih dari 900 klien mengungkapkan hampir 70% investor institusional global memprediksi harga emas akan terus naik tahun depan.

Dikutip mining.com (30/11), proporsi terbesar, 36%, percaya emas akan menembus US$5.000 per ons pada akhir 2026, sementara sepertiga lainnya memperkirakan kisaran US$4.500–US$5.000.

Harga emas melonjak tahun ini sekitar 61%, menembus US$4.000 untuk pertama kalinya, didorong oleh pembelian bank sentral dan ekspektasi penurunan suku bunga. Goldman menyatakan, sebagian besar reli tahun ini, atau bahkan selama beberapa tahun terakhir, didorong oleh pembelian aset yang kaku, terutama oleh bank sentral. "Kami pikir mereka akan terus melakukan diversifikasi ke emas.”

Menurut survei, 38% responden menyebut pembelian emas oleh berbagai bank sentral dunia sebagai faktor utama kenaikan, diikuti 27% yang menyoroti kekhawatiran fiskal.

Sprott Asset Management menambahkan, investor kini beralih dari obligasi dan saham yang rentan terhadap depresiasi mata uang menuju logam mulia dan kripto.

Optimisme ini juga dibagikan Wall Street, JPMorgan Chase memproyeksikan emas menembus US$5.055, sementara Morgan Stanley melihat harga mencapai US$4.400 pada akhir 2026.(DH)