AS dan Iran saling serang, Wall Street tertekan harga minyak

Jumat, 08 Mei 2026

image

JAKARTA – Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali tegang, mendorong harga minyak mentah naik dan menjadi pemberat bagi bursa saham Wall Street.

Presiden Donald Trump mengatakan bahwa tiga kapal perang AS telah berhasil melintasi Selat Hormuz, meski ditembaki oleh militer Iran.

“Tidak ada kerusakan pada ketiga kapal perusak tersebut, tetapi kerusakan besar justru dialami kapal Iran," tulis Trump di akun Truth Social miliknya pada Kamis (7/5).

"Mereka hancur total bersama dengan sejumlah perahu kecil," imbuhnya.

Namun laporan Reuters menyebut serangan Iran kepada AS sebagai “aksi balasan” karena AS dinilai melanggar gencatan senjata.

Meskipun demikian, Trump mengaku gencatan senjata antara AS dan Iran tetap berlaku, saat memberi keterangan kepada media.

Serangan terbaru ke Iran, kata Trump, “hanya sentuhan ringan.”

Ini bukanlah serangan militer pertama yang terjadi antara AS dan Iran. Pada awal pekan ini, AS mengaku telah menghancurkan 6 perahu kecil, mencegat rudal jelajah, dan menghancurkan drone milik Iran.

Tindakan itu dilakukan saat militer AS berusaha membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.

Menyusul ketegangan baru-baru ini, harga minyak mentah WTI kembali melesat 2,08% ke US$96,78 per barel di awal sesi Asia. Sementara harga minyak Brent tetap di level US$100,06 per barel.

Indeks saham Wall Street juga menghadapi tekanan pada akhir sesi perdagangan Kamis, dengan S&P 500 melemah 0,38% dan Nasdaq 100 turun 0,12%.

Kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng turun 0,9% dan S&P/ASX 200 turun 1,17%.

Global Head of Commodities Research Citigroup, Max Layton, menilai saat ini pasar memang bergerak volatil karena belum ada kepastian gencatan senjata permanen antara AS dan Iran.

“Sulit diprediksi dengan kepemimpinan Iran yang baru, karena pasar akan bergerak ke sana ke mari seperti orang gila,” jelas Layton, seperti dikutip Bloomberg.

Harga komoditas lain seperti emas menguat tipi 0,49% ke US$4.708 per troi ons di pasar spot, tembaga turun 0,46% dan nikel melemah 0,32%. (KR)