Harapan damai AS-Iran pudar, IHSG rentan koreksi akhir pekan

Jumat, 08 Mei 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menghadapi pullback atau koreksi jangka pendek, menyusul pelemahan indeks saham Wall Street dan ketegangan terbaru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Risiko tersebut juga berpotensi mengakhiri reli kenaikan IHSG yang telah berlangsung dalam 4 hari perdagangan terakhir, sejak awal pekan ini.

Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG secara teknikal tetap menunjukkan potensi penguatan, dengan penyempitan histogram MACD yang berpotensi membentuk golden cross dan Stochastic RSI yang berlanjut menguat di area pivot.

“Sehingga IHSG diperkirakan berpotensi menguji level 7200-7200 pada perdagangan Jumat (8/5),” jelas analis Phintraco, dengan mengingatkan potensi pullback jangka pendek menjelang akhir pekan.

Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, AS dan Iran kembali melancarkan serangan militer di Selat Hormuz pada Kamis (8/5).

Pemerintah Iran menilai AS telah melanggar gencatan senjata, namun Washington berdalih serangan ke Iran hanya “sentuhan ringan.”

Meskipun demikian, aksi saling serang itu telah mendorong harga minyak mentah WTI naik mendekati US$100 per barel. Indeks saham Wall Street juga ditutup melemah pada Kamis.

Pada perdagangan Kamis (7/5), IHSG ditutup menguat 1,15% ke level 7.174,32. Aksi jual investor asing mulai reda, dengan net sell atau penjualan bersih yang turun menjadi Rp76,47 miliar.

Saham bank kembali jadi penopang IHSG, dipimpin PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menguat 4,62% dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 4,75%. (KR)