Private credit memburuk, BlackRock dan Blackstone turunkan valuasi
Jumat, 08 Mei 2026

JAKARTA - Raksasa manajer aset global Blackstone dan BlackRock memangkas valuasi dana private credit mereka pada kuartal I-2026 setelah tekanan besar menghantam portofolio pinjaman sektor teknologi dan perangkat lunak.
Seperti dikutip Reuters, Blackstone Secured Lending Fund melaporkan net asset value (NAV) per saham turun 2,4% menjadi US$26,26 pada kuartal pertama.
Penurunan terjadi setelah perusahaan melakukan markdown terhadap sejumlah pinjaman bermasalah.
Investor kini semakin mencermati kualitas aset private credit fund, terutama business development companies (BDC), seiring percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) yang mulai mengancam model bisnis perusahaan software.
Sekitar 20% portofolio Blackstone Secured Lending Fund berada di sektor software pada akhir Maret. Sementara itu, porsi sektor yang sama di portofolio BlackRock TCP Capital Corp mencapai 27,2%.
Blackstone menyebut rasio non-accrual atau pinjaman bermasalah yang menunggak pembayaran bunga mencapai sedikit di atas 3% pada kuartal lalu.
Dalam paparan kinerja, manajemen Blackstone mengungkap salah satu pinjaman terbesar bermasalah berasal dari perusahaan software Medallia.
Perseroan mengklaim proses restrukturisasi terus berjalan dan Blackstone berencana menambah suntikan modal bersama mitra untuk memperbaiki neraca perusahaan sekaligus mendanai pengembangan fitur AI baru.
Eksekutif Blackstone menyebut hampir separuh penurunan valuasi portofolio kuartal ini berasal dari dua pinjaman yang berubah menjadi non-performing. Sisanya tersebar di berbagai aset dan dipicu kekhawatiran pasar terhadap disrupsi AI di industri software.
Meski demikian, Blackstone tetap membagikan dividen 77 sen per saham, sama seperti kuartal sebelumnya. Sepanjang kuartal I, Blackstone menerima pembayaran pinjaman sekitar US$450 juta, sementara investasi baru mencapai hampir US$325 juta.
Di sisi lain, BlackRock TCP mencatat rasio non-accrual turun menjadi 2,8% setelah restrukturisasi dua pinjaman dan penjualan satu aset. Namun perusahaan tetap membukukan kerugian terealisasi bersih US$32,7 juta serta rugi belum terealisasi US$2 juta, terutama dari eksposur ke perusahaan software bermasalah seperti Pluralsight.
BlackRock TCP juga membeli kembali lebih dari 156 ribu saham senilai sekitar US$600 ribu sejak 1 April sebagai bagian dari program buyback yang telah disetujui sebelumnya. Dana tersebut juga mengumumkan dividen 17 sen untuk kuartal berikutnya.
Tekanan di sektor private credit tidak hanya menimpa Blackstone dan BlackRock.
Dua dana private credit milik Blue Owl Capital sebelumnya juga memangkas NAV per saham. Pada Februari lalu, Blue Owl bahkan menjual aset senilai US$1,4 miliar guna memperkuat likuiditas setelah meningkatnya permintaan penarikan dana investor di salah satu portofolionya.(DH)