Progres pabrik CA-EDC TPIA capai 66%, masuk fase logistik

Jumat, 08 Mei 2026

image

JAKARTA - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), emiten holding Chandra Asri Group, mengumumkan bahwa pembangunan pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon milknya telah mencapai progres 66%.

Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporasi Chandra Asri Group, Suryandi, menyampaikan bahwa fase ini menjadi tahap penting dalam pengembangan proyek.

“Pembangunan Pabrik CA-EDC kini memasuki fase pengembangan infrastruktur logistik utama yang akan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran distribusi dan pengelolaan rantai pasok bahan kimia strategis,” kata Suryandi.

Manajemen TPIA mengungkapkan bahwa proyek ini kini akan memasuki fase pembangunan jetty dan tangki penyimpanan, untuk proses distribusi, penyimpanan, serta pengelolaan logistik produk CA-EDC.

Menurt Suryandi, Perseroan memandang pengembangan infrastruktur ini sebagai elemen penting dalam membangun ekosistem kimia nasional yang lebih efisien dan kompetitif.

Dalam jangka panjang, fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia sebagai basis industri kimia di kawasan Asia Tenggara.

Seperti yang telah diberitakan IDNFinancials, pabrik CA-EDC ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri domestik terhadap bahan kimia dasar strategis yang terus meningkat.

Pada tahap awal operasional, fasilitas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi sebesar 827 ribu ton soda kaustik, yang dapat memangkas biaya impor hingga sekitar US$293 juta.

Fasilitas tersebut juga ditargetkan dapat memproduksi 500 ribu ton EDC per tahun, yang seluruhnya akan ditujukan untuk pasar ekspor dengan potensi devisa sekitar US$300 juta atau Rp5 triliun per tahun.

Selain dampak industri, proyek ini menyerap hingga 3.000 tenaga kerja saat konstruksi, dan diproyekskan akan membuka 250 lapangan kerja baru saat pabrik mulai beroperasi penuh pada kuartal pertama 2027.

Perusahaan juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dalam rantai pasok proyek sebagai bagian dari komitmen terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif di sekitar wilayah operasional.

TPIA sempat mengungkapkan progres pembangunan Pabrik CA-EDC mencapai 50% pada Februari 2026 lalu.

Pada perdagangan hari ini, Jumat (8/5), harga saham TPIA turun 0,87% menjadi Rp5.675 per lembar pada pukul 10.35 WIB. Sejak awal 2026, saham TPIA terkoreksi 20,35%, namun dalam sebulan terakhir justru menguat 26,67%. (DK/ZH)