Genjatan senjata tak efektif, Rusia-Ukraina kembali saling serang
Jumat, 08 Mei 2026

MOSKOW - Rusia dan Ukraina kembali melancarkan serangan drone semalam penuh, memunculkan keraguan apakah usulan gencatan senjata sepihak dari Moskow menjelang peringatan Hari Kemenangan benar-benar akan terlaksana.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pihaknya berhasil mencegat 264 drone Ukraina antara tengah malam hingga pukul 07.00 waktu setempat, termasuk beberapa yang terbang di sekitar wilayah ibu kota Moskow.
Sebelumnya, Rusia mengumumkan rencana penghentian operasi tempur dan serangan jarak jauh selama 8–9 Mei sebagai bagian dari gencatan senjata sementara, mengutip dari Bloomberg.
Namun, Moskow menegaskan akan tetap membalas jika mendapat serangan dari Ukraina.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Rusia justru melancarkan lebih dari 140 serangan ke posisi garis depan Ukraina dalam semalam serta mencoba melakukan 10 serangan darat, terutama di sekitar Slovyansk.
Ukraina juga melaporkan sejumlah wilayahnya menjadi sasaran puluhan drone Rusia.
“Semua ini menunjukkan bahwa dari pihak Rusia bahkan tidak ada upaya simbolis untuk menghentikan tembakan,” tulis Zelenskyy di platform X. Ia menegaskan Ukraina akan terus membalas sambil mempertahankan diri.
Pemerintah Ukraina menyebut proposal gencatan senjata Rusia tidak pernah dikoordinasikan dengan Kyiv.
Ukraina sebelumnya juga telah mengajukan usulan gencatan senjata sendiri yang dimulai pada 5 Mei.
Menjelang parade Hari Kemenangan pada 9 Mei di Lapangan Merah Moskow, Zelenskyy juga meminta para pemimpin asing yang berencana hadir untuk mempertimbangkan kembali kunjungan mereka.
Menurutnya, menghadiri parade militer di tengah situasi perang saat ini adalah keputusan yang tidak tepat.
Sementara itu, Rusia memperingatkan bahwa setiap upaya Ukraina mengganggu perayaan Hari Kemenangan akan dibalas dengan serangan rudal ke pusat Kyiv.
Kementerian Luar Negeri Rusia bahkan disebut telah meminta kedutaan asing untuk menganggap ancaman tersebut serius dan mempertimbangkan evakuasi staf maupun warga negara mereka dari ibu kota Ukraina.
Usulan gencatan senjata Rusia muncul setelah meningkatnya serangan drone, termasuk serangan jauh ke dalam wilayah Rusia.
Pada Jumat lalu, Zelenskyy mengatakan Ukraina berhasil menyerang kilang minyak Yaroslavl di Rusia yang berjarak lebih dari 700 kilometer dari perbatasan.
Ketegangan ini juga memicu kekhawatiran keamanan menjelang peringatan kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.
Moskow mengumumkan bahwa parade tahun ini tidak akan menampilkan persenjataan berat untuk pertama kalinya sejak 2007. (DK)