BlackRock: Pelemahan dolar dorong kinerja obligasi emerging market
Jumat, 08 Mei 2026

WASHINGTON - Kepala divisi utang pasar berkembang BlackRock Inc., Michel Aubenas, memperkirakan obligasi negara berkembang masih berpotensi mencetak kinerja positif tahun ini, didukung pelemahan dolar AS yang membantu memperbaiki kondisi pembiayaan global.
Aubenas memproyeksikan imbal hasil obligasi emerging market berdenominasi dolar AS maupun euro dapat mencapai kisaran menengah hingga tinggi satu digit, mengutip dari Bloomberg.
Sementara itu, obligasi mata uang lokal diperkirakan mampu memberikan return lebih tinggi, yakni dari kisaran tinggi satu digit hingga rendah dua digit.
Menurutnya, tingkat imbal hasil saat ini masih cukup menarik dan investor Eropa dinilai masih belum banyak menempatkan dana di kelas aset tersebut.
Untuk memanfaatkan peluang itu, BlackRock baru-baru ini meluncurkan ETF aktif baru bernama iShares $ EM Bond Active Ucits ETF (ISOV), yang fokus berinvestasi pada obligasi pemerintah emerging market berdenominasi dolar AS.
Aubenas menilai permintaan terhadap aset ini masih besar. Ia mengatakan keputusan Federal Reserve yang menahan suku bunga membuat pasar obligasi emerging market lebih stabil karena risiko kenaikan suku bunga tambahan menjadi lebih kecil.
ETF ISOV saat ini memiliki sejumlah obligasi pemerintah dari Meksiko dan Hungaria sebagai kepemilikan utama, termasuk obligasi berperingkat junk dari Argentina dan Turki.
Meski demikian, kinerja obligasi emerging market sepanjang tahun ini masih relatif terbatas akibat investor sempat menghindari aset berisiko di tengah gejolak pasar yang dipicu konflik Iran.
Berdasarkan indeks Bloomberg, obligasi hard currency emerging market baru mencatat imbal hasil sekitar 1,3% tahun ini, setelah melonjak 11% tahun lalu.
Sementara obligasi mata uang lokal naik sekitar 1,2% setelah mencetak kenaikan 9% pada 2025.
Aubenas menambahkan, meski yield saat ini berada di level yang historis menarik, peluang keuntungan kemungkinan tidak hanya datang dari satu tema investasi saja, melainkan dari kombinasi berbagai strategi dan pasar. (DK)