Laba bersih ADRO melonjak 67% hingga akhir Maret 2026

Jumat, 08 Mei 2026

image

JAKARTA - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatatkan laba bersih meningkat 67,07% secara tahunan hingga akhir Maret 2026, mencetak US$128,14 juta, sementara EPS tercatat naik menjadi US$0,00445.

Bedasarkan laporan keuangan terbaru Perseroan, pendapatan usaha ADRO tumbuh 23,40% menjadi US$470,91 juta pada kuartal pertama 2026.

Kenaikan pendapatan ditopang lonjakan kinerja segmen usaha pertambangan yang naik 33,97% menjadi US$266,46 juta. Ekspor menyumbang 53,2% dari total pendapatan segmen usaha tersebut, atau sekitar US$141,48 juta.

Hal ini sejalan dengan tren harga batu bara yang melonjak sekitar 20% sepanjang Maret 2026, dipicu oleh konflik Timur Tengah yang meletus pada akhir Februari 2026 lalu.

Selain itu, pendapatan dari segmen jasa pertambangan juga meningkat 15,30% menjadi US$229,46 juta.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan hanya naik 7,77% menjadi US$292,35 juta pada kuartal pertama 2026, sehingga kinerja laba berkembang signifikan.

Selain itu, ADRO juga mencatat bagian atas keuntungan dari investasi di usaha patungannya, yang melonjak 10,4 kali lipat menjadi US$25,25 juta pada periode ini.

ADRO memiliki empat usaha patungan yang bergerak di bidang pembangki listrik dan transmisi serta pembangkit listrik tenaga air dan investasi.

Keempatnya yaitu PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), PT Tanjung Power Indonesia (TPI), PT Kayan Hydropower Nusantara (KHN), dan PT Bayu Energi Listrik Lestari serta entitas anaknya (BELL).

Hingga akhir Maret 2026, total aset ADRO tercatat sebesar US$7,19 miliar, dengan total liabilitas US$1,76 miliar dan total ekuitas US$5,42 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, ADRO dijadwalkan membagikan dividen tunai final tahun buku 2025 sebesar Rp3,40 triliun atau setara Rp118,26 per saham pada hari ini, Jumat, 8 Mei 2026.

Nilai dividen tersebut mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia (BI) per 29 April 2026 sebesar Rp17.245 per dolar AS. (DH/ZH)