Drone Ukraina rusak pelabuhan Caspian Pipeline di Laut hitam
Senin, 01 Desember 2025

JAKARTA — Caspian Pipeline Consortium (CPC) menghentikan operasi ekspornya setelah salah satu mooring (titik tambat) di terminal Laut Hitam mengalami kerusakan serius akibat serangan drone laut Ukraina.
Dikutip dari Reuters (29/11), CPC, perusahaan konsorsium internasional yang mengelola lebih dari 1% suplai minyak global itu menyatakan bahwa pengoperasian titik tambat 2 (mooring #2) di terminal CPC sudah rusak terlalu parah sehingga tidak bisa lagi dipakai untuk kegiatan ekspor minyak sampai ada perbaikan.
CPC mengoperasikan jalur pipa yang menyalurkan minyak dari Kazakhstan melalui wilayah Rusia menuju terminal laut di Novorossiysk.
Kerusakan pada titik tambat tersebut memaksa Kazakhstan mengaktifkan rencana pengalihan ekspor ke jalur alternatif, langkah yang menurut Kementerian Energi dilakukan karena serangan itu tidak dapat diterima. Jalur CPC selama ini menangani sekitar 80% ekspor minyak Kazakhstan.
Pemerintah Kazakhstan memperingatkan bahwa serangan semacam ini mengancam keamanan energi global dan merugikan kepentingan ekonomi negara-negara pemegang saham konsorsium. CPC sendiri merupakan konsorsium internasional dengan pemegang saham besar seperti Chevron dan Exxon Mobil, bersama pemerintah Rusia dan Kazakhstan.
Seorang trader mengatakan kepada Reuters bahwa kondisi terminal mengalami kerusakan berat. “Kelihatannya tidak bagus, kapalnya terdampak parah. Mereka akan meluncurkan titik tambat ketiga, yang sedang diperbaiki,” ujarnya.
CPC menegaskan tidak ada korban jiwa di antara staf maupun kontraktor. Sistem perlindungan darurat otomatis menutup jalur pipa terkait saat ledakan terjadi, dan laporan awal menunjukkan tidak ada tumpahan minyak ke Laut Hitam.
Konsorsium itu menyebut pengoperasian terminal akan dilanjutkan sesuai prosedur setelah ancaman dari kapal maupun drone tak berawak “dieliminasi.” (DH)