Kreditur mulai ragu, SoftBank pangkas pinjaman OpenAI jadi US$6 miliar

Sabtu, 09 Mei 2026

image

JAKARTA - SoftBank Group Corp. telah menurunkan rencana pinjaman margin senilai US$10 miliar yang dijamin dengan saham OpenAI, setelah sejumlah kreditur menyatakan keraguan, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Melalui pembicaraan terpisah bersama calon pemberi pinjaman dalam beberapa minggu terakhir, konglomerat Jepang itu bersama para bankir yang membantu pengajuan pinjaman, disebut mempertimbangkan jumlah yang lebih rendah, bahkan hingga US$6 miliar.

Diskusi masih berlangsung dan nilai akhir pinjaman masih belum final, mengutip laporan Bloomberg.

Perubahan rencana ini terjadi setelah sebagian investor yang ditawari skema awal senilai US$10 miliar, khawatir pada prospek perusahaan yang belum tercatat di bursa seperti OpenAI.

Secara terpisah, laporan Wall Street Journal pada April menyebut OpenAI sempat gagal mencapai beberapa target penjualan bulanan pada awal 2026, seiring manuver pesaing seperti Anthropic yang semakin kuat di pasar pemrograman dan korporasi.

OpenAI juga disebut belum mencapai target internal satu miliar pengguna aktif mingguan untuk platform ChatGPT, pada akhir tahun lalu.

Namun Chief Financial Officer OpenAI, Sarah Friar, membantah kekhawatiran itu dan menyatakan perusahaan tetap memenuhi target, serta melihat “permintaan yang sangat besar” terhadap produknya.

Keraguan itu memicu debat di kalangan pasar, mengenai kemampuan investasi ratusan miliar dolar oleh perusahaan di bidang AI, dalam menghasilkan keuntungan yang memadai dalam waktu dekat.

SoftBank telah mengambil utang jumbo untuk mendanai investasinya di OpenAI, seiring inisiatif Masayoshi Son dalam menempatkan diri sebagai tokoh kunci dalam demam AI di pasar global.

Pasar menunjukkan pandangan yang terbelah. Saham SoftBank naik 39% tahun ini, melampaui kenaikan 12,3% pada indeks Topix Jepang.

Namun di sisi lain, biaya perlindungan terhadap risiko gagal bayar utang SoftBank meningkat, dengan Credit Default Swaps yang melebar sekitar 61 basis poin pada 2026.

Investor yang dilibatkan dalam rencana pinjaman margin ini mencakup perusahaan private credit, lembaga keuangan, dan hedge fund. Diskusi mengenai pinjaman tersebut telah dimulai sejak pertengahan Maret.

Juru bicara SoftBank menolak berkomentar.

Perusahaan itu sebelumnya juga berkomitmen menambah investasi sebesar US$30 miliar di OpenAI, setelah sebelumnya telah menginvestasikan jumlah yang lebih besar.

SoftBank juga telah memperoleh pinjaman US$40 miliar pada Maret lalu, menjadi pinjaman dalam dolar dengan jumlah terbesar sepanjang sejarah, di mana sebagian digulirkan untuk investasi lanjutan tersebut.

Pada bulan yang sama, S&P Global Ratings menurunkan prospek kredit SoftBank menjadi negatif dari stabil, dengan alasan risiko bahwa investasi di OpenAI dapat memengaruhi likuiditas dan kualitas kredit aset perusahaan. (DK/KR)