Andrew Bailey desak Inggris pererat hubungan dagang dengan Uni Eropa
Sabtu, 09 Mei 2026

LONDON - Gubernur Bank of England Andrew Bailey menyerukan pemulihan hubungan dagang Inggris dengan Eropa, dengan menilai Inggris membutuhkan sekutu di tengah dunia yang kini didominasi persaingan negara-negara adidaya.
Dalam sebuah konferensi BOE pada Jumat, Bailey mengatakan Inggris sebagai ekonomi terbuka rentan terhadap perubahan tatanan global.
Ketika pengaruh lembaga multilateral melemah dan persaingan antara Amerika Serikat serta China semakin kuat dalam bidang ekonomi maupun strategis, mengutip dari Bloomberg.
“Karena kami adalah ekonomi terbuka, kami membutuhkan sekutu dan saya pikir upaya membangun kembali hubungan dagang dengan Eropa adalah langkah yang masuk akal,” ujar Bailey.
“Menjaga dan mendukung struktur multilateral sangat penting bagi kami. Tanpa itu, dunia akan menjadi jauh lebih sulit, terutama bagi Inggris.”
Pernyataan Bailey muncul ketika pemerintahan Partai Buruh berupaya mempererat hubungan dengan Uni Eropa di tengah kritik terhadap dampak ekonomi Brexit.
Sejumlah laporan media menyebut Perdana Menteri Keir Starmer akan memaparkan langkah baru untuk mereset hubungan dengan Uni Eropa dalam pidato pekan depan, setelah hasil buruk pemilu lokal menekan kepemimpinannya.
Mengenai dampak Brexit terhadap ekonomi, Bailey menyinggung pemikiran ekonom asal Skotlandia Adam Smith yang menekankan pentingnya perdagangan bebas sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi.
“Kita belajar dari Adam Smith tentang hubungan antara perdagangan dan pertumbuhan, jadi jangan melupakan itu,” kata Bailey.
Ia juga kembali menyerukan penguatan lembaga multilateral seperti International Monetary Fund dan World Trade Organization, yang belakangan menghadapi tantangan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
“Tanpa struktur itu, saya pikir dunia akan berada di tempat yang jauh lebih berbahaya,” ujar Bailey. “Kita harus memberi IMF kepercayaan diri untuk mengatakan kebenaran kepada pihak yang berkuasa.” (DK)