Jumlah Starbucks di Malaysia anjlok jadi hanya 287 gerai,
Senin, 01 Desember 2025

KUALA LUMPUR - Berjaya Food Holdings Bhd (BFood) terus merampingkan jaringan ritel Starbucks Malaysia, dengan jumlah gerai turun menjadi 287 outlet setelah 14 penutupan bersih, menurut Hong Leong Investment Bank (HLIB).
Dikutip nst.com (01/12), sejak pertama kali hadir di Kuala Lumpur pada 17 Desember 1998, BFood sempat mengoperasikan sekitar 400 gerai di seluruh negeri.
CEO BFood Datuk Sydney Quay mengatakan, 20 cafe ditutup permanen karena pertimbangan bisnis dan masa sewa berakhir, sementara hampir 30 toko ditutup sementara, terutama di Kelantan dan Terengganu.
Penutupan terbaru termasuk gerai di Subang Parade dan Paradigm Mall. “Dalam beberapa kasus, keputusan tersebut didorong oleh tingginya permintaan sewa dari pemilik gedung atau rencana untuk pindah ke tempat yang lebih besar,” ujar sumber yang mengetahui operasi Starbucks Malaysia.
HLIB menyebut manajemen tengah mengejar ekspansi selektif, menargetkan sekitar 10 gerai format kecil, sambil fokus pada konsolidasi, efisiensi operasional, produktivitas tenaga kerja, dan pemasaran disiplin. Meskipun persaingan kian ketat, SSSG Starbucks Malaysia tercatat +7% dan Brunei +5%, menandakan pemulihan awal.
BFood juga mengelola Kenny Rogers Roasters (KRR) dan Paris Baguette. Jumlah gerai KRR turun menjadi 37 outlet, sementara Paris Baguette stabil di 16 gerai.
HLIB menaikkan target harga menjadi 19 sen dari 15 sen, tetapi tetap mempertahankan rekomendasi JUAL, menyatakan, “hambatan struktural yang sedang berlangsung dan waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan pendapatan yang berkelanjutan” membatasi potensi kenaikan jangka pendek.
Pendapatan BFood di Q1 FY26 mencapai RM128,2 juta, naik 11% kuartalan dan 3% tahunan, dengan kerugian menyusut menjadi RM16,2 juta. HLIB memperkirakan kerugian FY26 dan FY27 akan turun lebih jauh menjadi RM44,6 juta dan RM22,7 juta, meski CIMB Securities memperingatkan potensi pelebaran kerugian di paruh kedua FY26 akibat persaingan dan biaya operasional.(DH)