Korea Selatan terima pasokan minyak perdana via Selat Hormuz

Sabtu, 09 Mei 2026

image

SEOUL - Sebuah kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz pada pertengahan April tiba di pelabuhan Daesan pada Jumat, membawa kargo minyak mentah pertama ke Korea Selatan melalui Hormuz sejak perang dimulai.

Kapal tanker Odessa berbendera Malta itu membawa sekitar 1 juta barel minyak mentah. Volume tersebut setara dengan sekitar 35% hingga 50% konsumsi minyak harian Korea Selatan.

Sebelum perang Iran pecah, Korea Selatan mengimpor sebagian besar kebutuhan minyaknya dari Timur Tengah dan menjadi salah satu negara Asia yang paling bergantung pada LNG Qatar, yang kini tidak lagi beroperasi.

Dilansir dari Oilprice, di tengah guncangan pasokan minyak dan gas akibat konflik Timur Tengah, Korea Selatan juga menunda penghentian sejumlah pembangkit listrik tenaga batu bara.

Gangguan pengiriman dari Timur Tengah membuat Seoul bulan lalu mencari pemasok alternatif. 

Pejabat senior pemerintah mengunjungi Oman, Kazakhstan, dan Arab Saudi untuk mengamankan pasokan minyak yang tidak perlu melewati Selat Hormuz.

Kepala Staf Kepresidenan Korea Selatan, Kang Hoon-sik, mengatakan kebutuhan mencari sumber pasokan alternatif menjadi mendesak karena sekitar 61% impor minyak mentah dan 54% impor nafta Korea Selatan bergantung pada jalur Hormuz.

Pada pertengahan April, Korea Selatan berhasil mengamankan 273 juta barel minyak mentah dari Timur Tengah dan Kazakhstan yang tidak perlu melintasi Selat Hormuz. 

Jumlah itu disebut cukup menopang kebutuhan ekonomi negara selama lebih dari tiga bulan dalam kondisi normal.

“Sebanyak 273 juta barel minyak mentah, berdasarkan tingkat konsumsi tahun lalu, cukup untuk menopang ekonomi lebih dari tiga bulan tanpa langkah darurat tambahan,” kata Kang.

Selain itu, Korea Selatan juga mengamankan 2,1 juta ton nafta yang menjadi bahan baku utama industri petrokimia nasional. (DK)