BlackRock siapkan dua reksa dana pasar uang berbasis tokenisasi

Sabtu, 09 Mei 2026

image

NEW YORK - BlackRock Inc. bersiap meluncurkan dua reksa dana pasar uang yang dirancang bagi investor yang menyimpan dana mereka dalam stablecoin, bukan rekening bank.

Seperti dikutip Bloomberg, langkah ini menunjukkan keyakinan manajer aset terbesar dunia tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi dolar digital.

Perusahaan berbasis di New York itu mengajukan dokumen untuk meluncurkan kelas saham digital yang terkait dengan BlackRock Select Treasury Based Liquidity Fund (BSTBL) senilai sekitar US$6,1 miliar. 

Dana tersebut berinvestasi pada kas, surat utang Treasury AS, obligasi jangka pendek, dan sekuritas lain dengan jatuh tempo maksimal 93 hari. 

Sekuritas yang ditokenisasi itu akan tersedia di blockchain Ethereum dan berjalan berdampingan dengan kelas saham tradisional yang sudah ada.

Instrumen kedua bernama BlackRock Daily Reinvestment Stablecoin Reserve Vehicle (BRSRV), sebuah reksa dana pasar uang tokenisasi baru yang menyasar investor yang mengelola keuangan melalui dompet kripto dan stablecoin, bukan melalui perusahaan pialang konvensional. 

Berdasarkan dokumen yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada Jumat, dana ini akan diluncurkan di beberapa blockchain.

Tokenisasi merupakan proses mengubah aset konvensional seperti saham, obligasi, atau pinjaman privat menjadi token berbasis blockchain yang merepresentasikan kepemilikan fraksional. 

Tren ini menjadi salah satu yang paling berkembang di Wall Street seiring meningkatnya minat terhadap modal berbasis kripto.

Pengajuan BlackRock dilakukan di tengah pengesahan Genius Act, regulasi yang membentuk kerangka federal untuk stablecoin berbasis dolar AS.

Aturan tersebut meningkatkan permintaan terhadap aset cadangan asli blockchain. 

Seiring bertambahnya jumlah stablecoin di pasar, penerbit membutuhkan dana cadangan yang sesuai regulasi sekaligus ditokenisasi agar dapat diperdagangkan selama 24 jam dan diselesaikan hampir secara instan.

Nilai pasar aset tokenisasi melonjak sekitar 410% sejak 2025 menjadi sekitar US$31 miliar, menurut data rwa.xyz. 

Meski masih kecil dibandingkan industri reksa dana dan ETF yang bernilai triliunan dolar, para pendukung sektor ini menilai pertumbuhannya akan terus berlanjut.

BlackRock termasuk pelopor di sektor tersebut lewat BlackRock USD Institutional Digital Liquidity Fund (BUIDL), yang kini mengelola aset sekitar US$2,5 miliar. 

Diluncurkan pada 2024, BUIDL berkembang menjadi salah satu dana terbesar di kategorinya.

Dorongan BlackRock ke sektor tokenisasi didukung langsung oleh CEO Larry Fink, yang berulang kali menyatakan bahwa seluruh aset keuangan pada akhirnya akan ditokenisasi. Pandangan itu kembali ia tegaskan dalam surat tahunan terbaru kepada investor. (DK)