IMF proyeksikan laba bersih US$2,5 miliar pada 2026
Sabtu, 09 Mei 2026

WASHINGTON – Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan laba bersih sebesar US$2,5 miliar pada tahun fiskal 2026, meski ketidakpastian global masih tinggi akibat risiko geopolitik dan volatilitas pasar keuangan.
Dalam pernyataannya pada Jumat, IMF menyebut proyeksi pendapatan lembaga tersebut tetap menghadapi tantangan besar, terutama dari meningkatnya tensi geopolitik dan gejolak pasar global.
Dewan Eksekutif IMF juga telah menyetujui anggaran administrasi bersih sebesar US$1,6 miliar untuk tahun fiskal 2027, mengutip dari Reuters.
Anggaran itu akan digunakan untuk periode sekitar satu tahun mulai 1 Mei 2026.
IMF mengatakan saldo cadangan kehati-hatian atau precautionary balances diperkirakan naik menjadi US$35,9 miliar pada akhir tahun fiskal 2026.
Dana cadangan ini berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi IMF dari potensi kerugian kredit, pendapatan, dan risiko keuangan lainnya.
Jumlah tersebut disebut sudah melampaui target jangka menengah IMF.
Untuk periode berikutnya, IMF memperkirakan laba bersih sekitar US$2,6 miliar pada tahun fiskal 2027 dan 2028.
Selain itu, Dewan Eksekutif IMF memutuskan mempertahankan margin suku bunga pinjaman dasar IMF sebesar 60 basis poin di atas tingkat bunga Special Drawing Rights (SDR) untuk periode 2027-2028.
Kebijakan ini membuat biaya pinjaman bagi negara anggota yang meminjam dana IMF tetap tidak berubah. (DK)