Michael Burry: Rally bursa saham mirip era bubble dot com tahun 2000

Sabtu, 09 Mei 2026

image

NEW YORK - Investor terkenal Michael Burry memperingatkan bahwa pasar saham saat ini mulai menyerupai fase akhir gelembung dot-com 1999–2000, terutama karena euforia berlebihan terhadap kecerdasan buatan (AI).

Dalam unggahan di Substack pada Jumat, Burry, yang dikenal karena memprediksi krisis perumahan AS, mengatakan bahwa narasi pasar saat ini didominasi oleh AI tanpa henti, sementara data ekonomi seperti laporan pekerjaan dan sentimen konsumen tidak lagi banyak memengaruhi pergerakan saham secara rasional.

“Tidak ada henti-hentinya AI. Tidak ada yang membicarakan hal lain sepanjang hari,” tulis Burry, mengutip dari CNBC WORLD.

Ia menilai pasar saham kini naik bukan karena fundamental ekonomi, tetapi karena momentum itu sendiri. 

Indeks S&P 500 bahkan mencetak rekor baru meski data sentimen konsumen melemah, sementara laporan tenaga kerja hanya sedikit lebih baik dari perkiraan.

“Seperti naik terus karena sudah naik terus. Rasanya seperti bulan-bulan terakhir gelembung 1999–2000,” tulisnya.

Burry juga menyoroti pergerakan Philadelphia Semiconductor Index yang melonjak tajam, mirip dengan pola sebelum kehancuran saham teknologi pada Maret 2000. 

Indeks tersebut naik lebih dari 10% dalam sepekan dan mencatat kenaikan sekitar 65% sepanjang 2026.

Lonjakan ini didorong masuknya dana besar ke saham-saham terkait AI, termasuk perusahaan semikonduktor dan raksasa teknologi yang menjadi tulang punggung infrastruktur kecerdasan buatan.

Pandangan serupa juga disampaikan investor Paul Tudor Jones, yang menyebut kondisi saat ini mirip dengan 1999 menjelang puncak gelembung dot-com.

Namun ia menilai reli pasar masih bisa berlanjut satu hingga dua tahun lagi sebelum koreksi besar terjadi.

Jones memperingatkan bahwa jika valuasi terus membengkak, potensi koreksi pasar bisa sangat tajam dan mengejutkan. (DK)