IHSG ambles 19,40% sejak awal tahun, indeks terburuk di dunia

Minggu, 10 Mei 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menjadi indeks dengan kinerja terburuk di dunia sejak awal tahun.

IHSG sempat naik 3% sejak awal pekan, namun kenaikan ini tersapu setelah indeks merosot 2,86% pada Jumat (8/5).

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja saham-saham dari sektor energi dan basic materials, menjadi pemberat IHSG dengan penurunan indeks sektoral masing-masing 5,72% dan 5,58%.

Saham-saham dari sektor energi basic material mendominasi Top Laggards, daftar saham yang menjadi pemberat bagi IHSG dalam sepekan. Berikut rincian kelima saham tersebut.

  1. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), harga turun 17,45% dan mengurangi 27,04 poin indeks
  2. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), harga turun 18,89% dan mengurangi 26,90 poin indeks
  3. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), harga turun 8,07% dan mengurangi 13,28 poin indeks
  4. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) harga turun 13,453% dan mengurangi 12,38 poin indeks
  5. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) harga turun 13,93% dan mengurangi 11,81 poin indeks.

Di sisi lain, saham-saham telekomunikasi dan perbankan menjadi penopang IHSG dalam sepekan.

PT Mora Telekomunikasi Tbk (MORA) mencatat lonjakan harga saham 59,24% dan menyumbang 50,04 poin IHSG. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat kenaikan harga saham di atas 5%, serta memberi dukungan lebih dari 30 poin indeks.

Dengan penurunan 19,4% sejak awal tahun, IHSG menempati peringkat terbawah di antara 6 indeks saham ASEAN, 13 indeks saham Asia Pasifik, dan 35 indeks di bursa anggota World Federation of Exchange sejak awal tahun hingga Jumat. (KR)