IHSG ambles 19,40% sejak awal tahun, indeks terburuk di dunia
Minggu, 10 Mei 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menjadi indeks dengan kinerja terburuk di dunia sejak awal tahun.
IHSG sempat naik 3% sejak awal pekan, namun kenaikan ini tersapu setelah indeks merosot 2,86% pada Jumat (8/5).
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja saham-saham dari sektor energi dan basic materials, menjadi pemberat IHSG dengan penurunan indeks sektoral masing-masing 5,72% dan 5,58%.
Saham-saham dari sektor energi basic material mendominasi Top Laggards, daftar saham yang menjadi pemberat bagi IHSG dalam sepekan. Berikut rincian kelima saham tersebut.
Di sisi lain, saham-saham telekomunikasi dan perbankan menjadi penopang IHSG dalam sepekan.
PT Mora Telekomunikasi Tbk (MORA) mencatat lonjakan harga saham 59,24% dan menyumbang 50,04 poin IHSG. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat kenaikan harga saham di atas 5%, serta memberi dukungan lebih dari 30 poin indeks.
Dengan penurunan 19,4% sejak awal tahun, IHSG menempati peringkat terbawah di antara 6 indeks saham ASEAN, 13 indeks saham Asia Pasifik, dan 35 indeks di bursa anggota World Federation of Exchange sejak awal tahun hingga Jumat. (KR)