BEI nyatakan 95,82% saham WBSA dikuasai segelintir investor
Minggu, 10 Mei 2026

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan adanya konsentrasi kepemilikan tinggi di saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), emiten dari sektor transportasi dan logistik yang mulai tercatat di bursa pada 10 April 2026.
“Saham perseroan dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 95,82% dari total saham dalam bentuk warkat (scrip) dan tanpa warkat (scripless) WBSA,” jelas tulis BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dalam pengumuman yang disampaikan Jumat (8/5).
BEI dan KSEI mengaku tingkat konsentrasi itu, dihitung berdasarkan metodologi penentuan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi atau High Shareholding Consentration (HSC) per 7 Mei 2026.
Meskipun demikian, BEI dan KSEI menyebut masuknya saham WBSA dalam daftar HSC tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran, terhadap regulasi pasar modal.
Data kepemilikan saham di atas 1% yang diolah IDNFinancials.com mencatat pemegang saham terbesar WBSA saat ini adalah Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd, yang menguasai 6,85 miliar lembar atau setara 79,01% saham.
Caerdydd Investments Pte. Ltd. memiliki 4,87% saham, Lion Trust (Singapore) Limited 4,11%, dan Zico Trust (S) Ltd. 3,47%.
Harga saham WBSA telah melonjak 855,36% sejak IPO, dari Rp168 menjadi Rp1.605 per lembar pada 6 Mei 2026. Namun dalam dua hari perdagangan terakhir merosot 22,99% ke level 1.305 per lembar.
Dalam prospektus yang disampaikan, WBSA mencetak laba bersih Rp33 miliar per 30 September 2026. Dengan asumsi laba per saham disetahunkan Rp5,07 dan harga saham terakhir, maka rasio Price to Earning (P/E) emiten ini berada di level 257x.
Posisi tersebut jauh lebih tinggi dari rata-rata rasio P/E emiten di sektor transportasi, yang berada di kisaran 8,56x. (KR)