Dana bank menumpuk di BI, pertumbuhan uang primer melambat
Minggu, 10 Mei 2026

JAKARTA – Jumlah uang primer atau base money (M0) adjusted pada April 2026 tumbuh 14,3% secara tahunan menjadi Rp2.232,2 triliun menurut data Bank Indonesia (BI).
Meskipun masih tumbuh positif, laju pertumbuhan M0 adjusted melambat dari bulan sebelumnya yang tumbuh 16,8% secara tahunan.
BI menyebut perkembangan tersebut dipengaruhi oleh laju penempatan dana bank umum ke dalam giro bank sentral dan sebaran uang kartal.
“Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 21,6% (yoy) dan uang kartal yang diedarkan sebesar 14,6% (yoy),” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Jumat (8/5).
Ramdan menambahkan pertumbuhan M0 adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas.
Berdasarkan data Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI), posisi giro bank umum di BI mencapai naik 21,6% secara tahunan menjadi Rp887,45 triliun.
Giro sektor swasta meningkat 1,5% secara tahunan menjadi Rp7,61 triliun pada April 2026. Sementara itu surat berharga yang diterbitkan BI dan dimiliki sektor swasta turun 54,6% menjadi Rp36,09 triliun. (KR)