Coinbase tumbang usai umumkan PHK ratusan pegawai
Minggu, 10 Mei 2026

JAKARTA – Platform bursa kripto Coinbase tumbang untuk beberapa jam mengalami gangguan layanan pusat data Amazon Web Services (AWS) di wilayah Virginia Utara.
Gangguan itu terjadi beberapa hari setelah Coinbase mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 14% karyawan atau sekitar 700 pegawainya.
Gangguan AWS mulai dilaporkan pada Kamis malam waktu Amerika Serikat, serta berdampak pada sejumlah platform termasuk Coinbase.
AWS menyebut gangguan berasal dari masalah pendingin di salah satu zonawilayah utama US-East-1.
Coinbase mengatakan gangguan di beberapa zona AWS menyebabkan transaksi di platform mereka sempat tidak dapat diakses untuk waktu yang cukup lama.
Chief Executive Officer (CEO), Coinbase Brian Armstrong, mengatakan dalam akun X pribadinya bahwa gangguan ini “sama sekali tidak bisa diterima.”
Meskipun demikian, ia mengaku gangguan tak berdampak pada bursa kripto mereka. “Bursa kami memiliki arsitektur unik yang dioptimalkan untuk latensi jaringan dan kolokasi klien,” jelas Amstrong pada Sabtu (9/5).
Awal pekan ini, Coinbase baru saja merilis kinerja kuartal pertamanya yang mengalami kerugian US$394 juta.
Menghadapi kerugian tersebut, Coinbase berencana melakukan efisiensi besar-besaran lewat teknologi Artificial Intelligence (AI). Sebagai bagian dari upaya ini, perusahaan juga akan memangkas ratusan pegawai meski harus membayar ongkos restrukturisasi senilai US$60 juta menurut laporan Bloomberg.
“Pasar saat ini sedang melemah dan kami perlu menyesuaikan struktur biaya agar perusahaan bisa menjadi lebih ramping, lebih cepat bergerak, dan lebih efisien menyambut fase pertumbuhan berikutnya,” ungkap Amstrong pada Selasa (5/5).
Meskipun menghadapi tekanan, harga saham Coinbase yang diperdagangkan di Nasdaq naik 4,25% pada Jumat (8/5). Namun sejak awal tahun ini, harga sahamnya turun sekitar 11%. (KR)