Iran balas proposal damai AS, Trump sebut tak bisa diterima
Senin, 11 Mei 2026

TEHERAN - Iran telah mengirimkan respons atas proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang melalui mediator Pakistan, menurut laporan kantor berita pemerintah Iran, IRNA.
Laporan pada Minggu menyebut tahap awal negosiasi akan difokuskan pada penghentian permusuhan dan jaminan keamanan maritim di Teluk Persia serta Selat Hormuz.
Pembahasan juga mencakup Selat Hormuz, program nuklir Iran, dan pencabutan sanksi, mengutip dari Aljazeera.
Sumber tersebut menyebut respons Teheran bersifat “realistis dan positif”.
Iran juga menyatakan bahwa respons positif dari Washington akan mempercepat proses negosiasi. “Pilihan kini berada di tangan Washington,” kata sumber itu.
Namun, Presiden AS Donald Trump menanggapi keras langkah Iran. Dalam unggahan di Truth Social pada Minggu malam, Trump menuduh Iran “memainkan permainan” terhadap Amerika Serikat dan dunia selama 47 tahun.
“Iran telah mempermainkan Amerika Serikat dan seluruh dunia selama 47 tahun. Mereka tidak akan tertawa lagi,” tulis Trump.
Dua jam kemudian, Trump kembali mengunggah pernyataan bahwa dirinya telah membaca respons dari “perwakilan” Iran dan menilai jawaban tersebut “sepenuhnya tidak dapat diterima”.
Sebelumnya, Washington mengirim proposal 14 poin kepada Teheran pekan ini.
Dalam proposal itu, Iran diminta menyetujui untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dan menghentikan seluruh pengayaan uranium selama sedikitnya 12 tahun.
Iran juga diminta menyerahkan sekitar 440 kilogram uranium yang telah diperkaya hingga 60 persen.
Sebagai imbalannya, AS menawarkan pencabutan sanksi secara bertahap, pencairan miliaran dolar aset Iran yang dibekukan, serta penghentian blokade laut terhadap pelabuhan Iran. (DK)