Prancis isolasi penumpang kapal terkena Hantavirus

Senin, 11 Mei 2026

image

PARIS - Sébastien Lecornu, pejabat tinggi pemerintah Prancis yang bertanggung jawab mengoordinasikan langkah-langkah darurat terkait penanganan penumpang kapal MV Hondius yang tiba di Prancis, menulis di X bahwa salah satu penumpang kapal MV Hondius positif terkena Hantavirus, khususnya varian Andes virus.

"Salah satu dari mereka menunjukkan gejala di pesawat repatriasi,” tulisnya di X. “Kelima penumpang ini langsung ditempatkan dalam isolasi ketat hingga pemberitahuan lebih lanjut.”

“Mereka sedang menjalani perawatan medis dan akan menjalani tes serta pemeriksaan kesehatan,” tambahnya, mengutip dari FRANCE24.

Lecornu juga mengatakan akan mengeluarkan dekret pada Minggu untuk mengesahkan langkah-langkah isolasi guna melindungi masyarakat.

Sejak Minggu pagi, para penumpang dari kapal MV Hondius telah dievakuasi dari kapal yang berlabuh di lepas pantai Pulau Tenerife, Spanyol.

Dari sana, mereka diterbangkan ke rumah sakit di negara asal masing-masing atau ke Belanda untuk pemeriksaan medis.

Pesawat yang membawa lima penumpang kapal pesiar asal Prancis mendarat sekitar pukul 16.30 waktu setempat di Bandara Le Bourget, utara Paris, menurut jurnalis AFP.

Tak lama kemudian, mereka dipindahkan ke iring-iringan lima ambulans dan dibawa dengan pengawalan polisi ke Rumah Sakit Bichat di Paris.

Rencana awalnya, para penumpang akan menjalani karantina selama 72 jam agar dokter dapat melakukan pemeriksaan medis lengkap sebelum mereka diizinkan pulang dengan pengawasan kesehatan khusus selama 45 hari berikutnya.

“Tiga hari dalam pengawasan tidak menjadi masalah bagi kami,” kata salah satu penumpang, Roland Seitre, sebelum lepas landas dari Tenerife.

“Kami tidak memiliki kasus baru di kapal sejak akhir April dan tidak ada yang sakit,” tambahnya.

Namun, pengumuman Lecornu mengenai adanya penumpang bergejala mengindikasikan bahwa langkah yang lebih ketat sedang disiapkan.

Sebelumnya pada Minggu, pernyataan bersama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan Prancis juga telah mengantisipasi kemungkinan tersebut.

Jika ada penumpang yang menunjukkan gejala, mereka akan langsung diklasifikasikan sebagai “kasus suspek” dan dibawa untuk evaluasi serta perawatan di fasilitas medis yang sesuai.

Pada Minggu sore, Lecornu menggelar rapat khusus dengan sejumlah menteri dan pejabat kesehatan senior untuk membahas penanganan para penumpang yang baru tiba.

Hadir dalam pertemuan itu antara lain Menteri Kesehatan Stephanie Rist, Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez, dan Menteri Luar Negeri Jean-Noel Barrot.

Dalam unggahannya di X pada Minggu malam, Lecornu mengatakan Menteri Kesehatan akan menyampaikan pernyataan resmi pada malam hari.

Pengawasan Panjang

Penerbangan yang membawa mantan penumpang kapal pesiar keluar dari Tenerife masih berlanjut pada Minggu menuju Inggris, Kanada, Irlandia, Belanda, Turki, dan Amerika Serikat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan seluruh mantan penumpang MV Hondius dianggap sebagai kontak “berisiko tinggi” yang memerlukan pengawasan medis selama 42 hari.

Tiga penumpang kapal, pasangan suami istri asal Belanda dan seorang perempuan asal Jerman, meninggal dunia, sementara penumpang lainnya jatuh sakit akibat penyakit langka yang biasanya menyebar melalui hewan pengerat.

Penyakit itu memiliki masa inkubasi hingga enam minggu.

Meski demikian, pejabat WHO menegaskan situasi ini tidak sebanding tingkat risikonya dengan pandemi Covid-19 pada 2020. (DK)