Pakistan negosiasi Iran untuk kirim LNG Qatar via Selat Hormuz

Senin, 11 Mei 2026

image

ISLAMABAD - Pakistan menggelar pembicaraan dengan Iran untuk membuka jalur terbatas bagi pengiriman gas alam cair (LNG) asal Qatar melalui Selat Hormuz, di tengah keberhasilan Qatar mengirim kargo pertamanya sejak perang pecah.

Kapal LNG Al Kharaitiyat, yang memuat gas dari terminal ekspor Ras Laffan awal bulan ini, tercatat telah keluar dari Selat Hormuz dan memasuki Teluk Oman pada Minggu, berdasarkan data pelacakan kapal Bloomberg.

Kapal yang menjadikan Pakistan sebagai tujuan berikutnya itu diduga melintasi rute utara yang disetujui Teheran, yakni jalur yang dekat dengan pesisir Iran.

Pengiriman tersebut merupakan bagian dari negosiasi Pakistan dengan Iran untuk memperoleh tambahan pasokan LNG Qatar melalui Selat Hormuz guna memenuhi kebutuhan energi mendesak. 

Sumber yang mengetahui pembicaraan itu menyebut diskusi dilakukan secara tertutup, mengutip dari Bloomberg.

Dalam beberapa hari terakhir, sebuah tanker Pakistan juga berhasil mengirim solar dari Kuwait setelah sebelumnya beberapa kali gagal melintas.

Pakistan, yang berperan sebagai mediator antara Amerika Serikat dan Iran dalam konflik kawasan, kini menghadapi kekurangan gas dan pemadaman listrik luas setelah pasokan dari pemasok utamanya, Qatar, terganggu akibat penutupan efektif Selat Hormuz.

Iran memperketat kontrol atas jalur pelayaran strategis tersebut sejak perang dimulai pada akhir Februari, sementara ancaman keamanan terhadap kapal-kapal di kawasan masih terus terjadi.

Juru Bicara Divisi Perminyakan Pakistan, Zafar Abbas, belum memberikan komentar terkait pengiriman LNG tersebut. 

Kementerian Luar Negeri Iran juga tidak menanggapi permintaan komentar.

Saat ini terdapat tiga kapal tanker LNG Qatar di Teluk Persia yang memberi sinyal Pakistan sebagai tujuan akhir. 

Meski hal itu memberi harapan pemulihan arus LNG, volumenya masimh jauh di bawah kondisi sebelum perang yang mencapai sekitar tiga pengiriman per hari dari Teluk Persia.

Sebelumnya, Bloomberg juga melaporkan sedikitnya dua tanker LNG dari fasilitas ekspor Abu Dhabi National Oil Co. berhasil melintasi Selat Hormuz sejak konflik dimulai.

Qatar sebelumnya beberapa kali mencoba mengirim LNG melalui Hormuz, namun kapal-kapal tersebut akhirnya berbalik arah. 

Negara yang menyumbang hampir seperlima pasokan LNG dunia tahun lalu itu praktis kesulitan menyalurkan ekspor LNG dari Teluk Persia selama perang yang kini memasuki bulan ketiga.

Menurut database pelayaran Equasis, kapal Al Kharaitiyat dimiliki oleh perusahaan Qatar, Nakilat. Hingga kini, Nakilat maupun QatarEnergy belum memberikan tanggapan resmi. (DK)