Alarm IHSG hadapi isu royalti minerba dan review MSCI

Senin, 11 Mei 2026

image

JAKATA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menghadapi tekanan lanjutan akibat beberapa sentimen dari pasar global hingga domestik, yang juga menjadi pemberat pada akhir pekan lalu.

Riset analis CGS International Sekuritas menilai rencana pemerintah mengubah kebijakan royalti minerba dan tekanan jual investor asing, menjadi sentimen negatif bagi IHSG.

Sementara reaksi terbaru dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terhadap proposal damai dar Iran berpotensi jadi katalis negatif tambahan bagi pasar saham.

“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 6.875/6.780 dan resist 7.065/7.160,” jelas analis CGS International Sekuritas Indonesia.

Sementara itu analis BRI Danareksa Sekuritas juga menyoroti rencana perubahan kebijakan royalti, yang pada pekan lalu menghantam sejumlah saham terkait komoditas.

Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG akan menguji level support penting di 6.900-6.920.

“Pasar akan terus mencermati perkembangan isu kenaikan royalti mineral sembari menunggu beberapa rilis data penting, seperti consumer confidence Indonesia dan pengumuman rebalancing MSCI di 12 Mei 2026,” jelas analis BRI Danareksa Sekuritas.

Sejalan dengan pandangan tersebut, riset analis Phintraco Sekuritas juga memperkirakan sentimen perubahan royalti minerba dan pengumuman rebalancing MSCI jadi sentimen penting yang akan menentukan arah IHSG berikutnya.

“Diperkirakan IHSG bergerak pada kisaran 6.850-7.100 di tengah perdagangan yang pendek pekan ini menjelang long weekend,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor. (KR)