Dua bos Hermina serok saham saat harga merosot 10% lebih

Senin, 11 Mei 2026

image

JAKARTA – Direktur Utama dan Komisaris Utama PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) menambah kepemilikannya saham, saat harga saham perseroan turun lebih dari 10% pekan lalu.

Direktur Utama Hermina, Hasmoro, tercatat membeli 1,26 juta saham HEAL pada 6 Mei 2026, dengan harga Rp1.023 per lembar menurut keterangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Mei 2026.

Sehari sebelumnya, Hasmoro juga telah melaporkan pembelian saham HEAL pada 8 Mei 2026 sebanyak 1,48 juta di harga Rp1.000 per lembar. Kedua transaksi membuat kepemilikan Hasmoro di emiten rumah sakit ini naik menjadi 4,94% atau sekitar 759,47 juta saham.

Pada hari yang sama, Komisaris Utama Hermina, Yulisar Khiat, juga membeli 1,5 juta lembar saham HEAL di harga Rp1.080 per lembar. Pembelian ini membuat porsi saham Yulisar Khiat naik 6,43% atau setara 988,32 juta lembar.

Akumulasi oleh dua pimpinan HEAL ini berlangsung saat harga saham menghadapi tekanan signifikan. Menurut data IDNFinancials.com, harga saham HEAL telah turun 10,87% dalam sejak awal pekan lalu hingga Rabu (6/5), serta mencatat penurunan 13,48% hingga Jumat (8/5)

Hasmoro dan Yulisar Khiat menegaskan pembelian saham itu bukan terkait transaksi repurchase agreement, serta dilakukan dalam rangka investasi.

Harga saham HEAL tutup di level Rp995 per lembar pada pekan lalu, setara 2,66 kali di atas nilai buku perusahaan dan 37,56 kali di atas laba per saham yang disetahunkan.

Berdasarkan data kepemilikan saham di atas 1% yang diolah IDNFinancials.com, sejumlah institusi ikut memegang saham HEAL.

PT Astra Healthcare Indonesia memiliki kepemilikan 12,95% saham. PT Astra International Tbk (ASII) menyusul dengan porsi kepemilikan 7,23%, Luminous Investment Holdings Pte Ltd 4,07%, Heritage Investment Holdings Pte Ltd 3,72%, dan PT Dwimuria Investama Andalan 3,64%.

Selain itu, Asian Development Bank (ADB) juga menggenggam 2,28% saham HEAL dan Apollo Aurora Pte. Ltd memiliki 1,31% saham. (KR)