Manuver Hapsoro di Blok Kasuri: Beli hak partisipasi dan Floating LNG
Senin, 11 Mei 2026

JAKARTA – Dua emiten Hapsoro di sektor minyak dan gas, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), tengah memasang posisi untuk masuk ke Blok Kasuri di Papua.
IDNFinancials sebelumnya melaporkan bahwa RATU telah mengakuisisi 5% hak partisipasi di Wilayah Kerja Kasuri dari Genting Oil Kasuri Pte. Ltd (GOKPL) senilai US$9,65 juta.
Di sisi lain, emiten induknya, RAJA, juga telah mengakuisisi 5% saham PT Layar Nusantara Gas (PT LNG) senilai US$38,58 juta dari Genting LNG Pte. Ltd., entitas di bawah Genting Group asal Malaysia, pada Jumat (8/5) pekan lalu.
“Guna mendukung pengembangan kegiatan usaha Perseroan di masa mendatang,” ujar manaejmen RAJA dalam keterangan resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/5).
Sebagai catatan, PT LNG merupakan pengembang fasilitas midstream dan kapal Floating LNG (FLNG) pertama di Indonesia.
Berdasarkan siaran resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia Juni 2025 lalu, PT LNG telah menandatangani perjanjian pembelian FLNG 1,2 juta metrik ton dengan Wison New Energies, galangan kapal berbasis di China, pada tahun 2024.
FLNG ini digadang-gadang akan menjadi fasilitas FLNG pertama dan terbesar di Indonesia, bahkan terbesar kesembilan di dunia.
FLNG tersebut akan mendapat pasokan gas dari Lapangan Asap Kido Merah di Blok Kasuri, yang dioperasikan oleh GOKPL, dan diperkirakan memproduksi 330 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) mulai 2027 mendatang.
“Fasilitas LNG Terapung ini diperkirakan selesai pada awal 2027, dan akan mulai berproduksi di Papua Barat beberapa bulan setelahnya," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM, pada Agustus 2025 lalu.
Langkah ini menjadikan Grup Raharja memiliki partisipasi di Blok Kasuri, baik di segmen upstream melalui RATU, serta midstream melalui investasi RAJA di PT LNG. (ZH)