Ditinggal direktur dan komisaris, INET angkat bicara

Senin, 11 Mei 2026

image

JAKARTA – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengungkap alasan di balik pengunduran diri dua pimpinannya di jajaran direksi dan komisaris pada Senin (11/5).

Sebelumnya, INET mengumumkan bahwa Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Tongam Lumban Tobing selaku Komisaris dan Willy Unsulangi selaku Direktur Perseroan pada 7 Mei 2026 lalu.

Kini, INET menjelaskan bahwa pengunduran diri tersebut terkait redeployment atau penugasan kembali pada entitas anak Perseroan.

Hal ini, menurut penjelasan manajemen, bertujuan untuk “memperkuat fungsi pengawasan serta pengendalian operasional di tingkat entitas anak Perseroan.”

Redeployment direktur dan komisaris INET ini juga merupakan strategi optimalisasi tata kelola grup secara menyeluruh. “Seiring dengan ekspansi usaha Perseroan melalui akuisisi beberapa entitas anak pada awal tahun 2026,” ujar manajemen.

Sebagai catatan, INET kini memiliki sekitar empat entitas anak utama, yaitu PT Data Prima Solusindo (DPS), PT Pusat Fiber Indonesia (PFI), PT Internet Anak Bangsa (IAB), dan PT Garuda Prima Internetindo (GPI).

Namun, seperti yang telah diberitakan IDNFinancials sebelumnya, INET telah mengakuisisi dua perusahaan – PT Trans Hybrid Communication (THC) dan PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) – pada tahun 2025.

INET juga baru mendirikan anak usaha di bidang data centre, PT Sinergi Inti Data Indonesia (SIDI), dengan investasi Rp22 miliar, pada awal tahun 2026 lalu.

Ke depan, INET juga berencana untuk mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan Tongam Lumban Tobing dan Willy Unsulangi. Usulan nama akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) INET 19 Mei 2026 mendatang.

Manajemen menegaskan bahwa seluruh kegiatan grup tidak terdampak penggantian direktur. Sementara ini, fungsi direktur dirangkap dan dijalankan oleh Muhammad Arif sebagai Direktur Utama INET. (ZH)