Danamon usulkan integrasi dengan MUFG, efektif 2027?
Senin, 11 Mei 2026

JAKARTA – PT Bank Danamon Tbk (BDMN) mengungkapkan niatnya untuk mengintegrasikan kegiatan operasionalnya dengan MUFG Bank Ltd., Jakarta Branch – atau MUFG Indonesia.
BDMN menyebutkan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan induknya yang berasal dari Jepang, MUFG Bank Ltd., terkait rencana ini pada Senin (11/5).
Pihak BDMN meyakini bahwa integrasi ini, jika terlaksana, akan menambah kapabilitas bank sebagai institusi finansial global terdepan dan terbesar di Indonesia.
“Intensi untuk melakukan integrasi ini juga sejalan dengan agenda Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka melakukan konsolidasi bank umum,” jelas Rita Mirasari, Corporate Secretary BDMN.
Namun, Perseroan belum mengemukakan struktur dan skema integrasi tersebut secara detail, karena masih menunggu respon dari pihak otoritas.
“Struktur yang diusulkan untuk integrasi ini akan dituangkan dalam Rancangan Integrasi yang kemudian akan diajukan kepada otoritas terkait, dimumkan ke publik, dan diajukan untuk persetujuan oleh pemegang saham,” jelas
Pihak Bank Danamon sendiri memproyeksikan bahwa integrasi operasional ini baru akan efektif berlaku pada 2027 mendatang.
Selama integrasi belum berlangsung, Bank Danamon menegaskan bahwa kegiatan operasional kedua pihak akan tetap berjalan sebagaimana biasanya, dan semua kontrak dengan berbagai mitra akan dilaksanakan sesuai kesepakatan.
Secara struktur saham, MUFG Bank Ltd., secara langsung dan tidak langsung, mencatatkan kepemilikan atas 92,5% saham BDMN per April 2026.
Sementara itu, 7,5% sisanya merupakan porsi free float atau saham yang beredar di publik – yang masih jauh dari target 15% yang ditetapkan otoritas pasar modal.
Kemudian, dengan market cap sekitar Rp45,9 triliun, maka BDMN harus mengejar free float 12,5% pada tahun 2027 mendatang.
Pada akhir April, beberapa media mengabarkan isu rencana aksi korporasi besar BDMN karena batas free float yang sulit dipenuhi, mulai dari akuisisi hingga delisting atau go private.
Alhasil, harga sahamnya melonjak drastis hingga 89,52% dalam sebulan terakhir. Saham BDMN pun menguat hingga 4,21% pada penutupan perdagangan Senin (11/5) ke level Rp4.700 per lembar. (ZH)