GOTO siap buyback Rp3,5 triliun usai cetak laba perdana di kuartal I

Selasa, 12 Mei 2026

image

JAKARTA – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), pengelola platform ojek daring dan e-commerce, mengungkap rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp3,5 triliun pada Juni mendatang.

“Biaya untuk melaksanakan Pembelian Kembali Saham akan berasal dari kas internal Perseroan,” ujar manajemen GOTO dalam keterangan resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/5).

Sebagai catatan, kas dan setara kas GOTO per akhir Maret 2026 tercatat sebesar Rp22,7 triliun, dan dinilai “cukup memadai” untuk melangsungkan buyback tanpa mengorbankan kegiatan usaha dan operasional Perseroan.

Seperti yang diberitakan IDNFinancials sebelumnya, GOTO telah sukses mencetak laba bersih pertamanya pada kuartal I 2026 sebesar Rp257,9 miliar—berbalik dari kerugian Rp283 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu.

Capaian ini juga lantas mendongkrak arus kas bersih GOTO yang didapat dari kegiatan operasi, dari Rp300,6 miliar pada akhir Maret 2025, menjadi Rp1,06 triliun pada kuartal I 2026.

Buyback direncanakan akan berlangsung paling lama 12 bulan, mulai dari 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027 – atau setelah aksi korporasi ini mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 Juni 2026.

Sebagaimana praktik yang umum, buyback dapat dihentikan ketika periode buyback berakhir, dana yang dikeluarkan telah mencapai Rp3,5 triliun, atau berdasarkan kebijakan manajemen Perseroan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), GOTO juga akan mengakhiri periode buyback 2025-2026 senilai Rp3,3 triliun pada tanggal 18 Juni 2026 tersebut. Kini, saham treasuri GOTO per April 2026 telah menyentuh 3,3%.

Dalam keterangan resmi di BEI, manajemen GOTO menyebut rencana buyback ini bertujuan untuk memastikan Perseroan memiliki fleksibilitas dan pilihan yang lebih baik dalam mengelola modal.

Aksi ini juga diharapkan dapat mendorong harga saham agar “dapat mencerminkan nilai fundamental yang sesungguhnya,” dan memaksimalkan imbal hasil (return) bagi para pemegang saham Perseroan.

Dengan capaian laba bersih perdana di Maret 2026 lalu, kini GOTO mencatatkan earnings per share (EPS) atau laba per saham dasar sebesar Rp0,24.

Saham GOTO pertama melantai di BEI pada tahun 2022, ditawarkan dengan harga Rp338 per lembar, dan meraup dana IPO Rp13,5 triliun.

Namun, sejak debutnya, sahamnya tak pernah menyentuh level Rp400 per lembar. Harganya justru terus menerus anjlok, dan sejak awal Mei 2026, saham GOTO kembali menyandang status “saham gocap”.

Porsi free float saham GOTO kini mencapai 71,3% per April 2026, dengan pemegang saham pengendali dan pemilik manfaat Perseroan adalah Andre Soelistyo, Kevin Bryan Aluwi, William Tanuwijaya dan Melissa Siska Juminto. (ZH)