Korea Selatan kecam serangan kapal kargo via Selat Hormuz
Selasa, 12 Mei 2026

SEOUL - Pemerintah Korea Selatan mengecam keras serangan terhadap kapal kargo yang dioperasikan perusahaan pelayaran Korea Selatan di Selat Hormuz awal bulan ini dan menegaskan akan mengambil langkah lanjutan setelah sumber serangan berhasil diidentifikasi.
Kantor Kepresidenan Korea Selatan atau Blue House pada Senin (11/5) menyatakan tim ahli telah melakukan analisis forensik awal terhadap kerusakan di bagian buritan kiri kapal, mengutip dari Reuters.
Serangan tersebut memicu kebakaran di ruang mesin kapal kargo Namu yang dioperasikan oleh HMM Co.
Pejabat Blue House menegaskan kapal tersebut tidak melanggar aturan apa pun yang berlaku di perairan dekat Uni Emirat Arab saat insiden terjadi.
“Ini merupakan serangan terhadap kapal komersial yang tidak dapat dibenarkan. Kami mengecam tindakan ini dengan sangat keras,” ujar penasihat keamanan nasional presiden Korea Selatan, Wi Sung-lac, dalam konferensi pers.
Menurut hasil pemeriksaan forensik di pelabuhan Dubai, kerusakan pada kapal baru teridentifikasi karena posisinya berada di bagian bawah buritan kiri sehingga sebelumnya tidak terlihat.
Pemerintah Korea Selatan menyebut belum dapat memastikan keterlibatan Iran dalam insiden tersebut.
Sebelumnya, Teheran juga telah membantah bertanggung jawab atas serangan yang menimbulkan benturan keras di sisi kapal itu.
Kedutaan Besar Iran di Korea Selatan pada Senin menyatakan belum memiliki sikap resmi terkait insiden tersebut dan akan memberikan pernyataan apabila ada perkembangan terbaru.
Tak lama setelah insiden terjadi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding Iran telah menyerang kapal Korea Selatan tersebut.
Trump juga mendesak Seoul bergabung dalam upaya yang dipimpin AS untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. (DK)