Eropa berencana ekspansi proyek energi dan baterai hingga 2030

Selasa, 12 Mei 2026

image

LONDON - Pengembangan proyek energi terbarukan di Eropa semakin mengandalkan kombinasi pembangkit listrik tenaga angin dan surya dengan sistem penyimpanan baterai.

Langkah ini dilakukan untuk membantu produsen listrik menyimpan energi saat pasokan berlebih, sehingga tidak perlu menjual listrik dengan harga rugi ketika pasar mengalami kelebihan suplai, mengutip dari Reuters.

Menurut laporan terbaru yang mencakup 20 pasar listrik utama di Eropa, kapasitas proyek energi terbarukan yang terintegrasi dengan baterai mencapai 6,3 gigawatt (GW) pada 2025. Sebagian besar berasal dari proyek tenaga surya plus baterai yang menyumbang lebih dari 60% total instalasi.

Kapasitas tersebut diperkirakan melonjak menjadi sekitar 35 GW pada 2030 seiring meningkatnya kebutuhan fleksibilitas jaringan listrik dan penyimpanan energi.

Jerman dinilai sebagai pasar paling menarik untuk pengembangan proyek gabungan energi terbarukan dan baterai karena menawarkan potensi pengembalian investasi yang lebih tinggi. Inggris dan Bulgaria berada di posisi berikutnya.

Sementara itu, Spanyol, Hungaria, dan Prancis disebut sebagai pasar yang patut diperhatikan karena sedang menjalani reformasi regulasi di sektor energi.

Laporan itu juga mencatat lonjakan jam harga listrik negatif di Eropa sepanjang 2025. 

Spanyol, Belanda, dan Jerman masing-masing mencatat lebih dari 500 jam harga negatif, kondisi ketika produsen harus membayar agar listrik mereka tetap diserap jaringan akibat pasokan berlebih.

Fenomena pembatasan produksi listrik terbarukan atau curtailment juga diperkirakan meningkat tajam. 

Volume energi yang dibatasi diproyeksikan naik dari lebih dari 10 terawatt hour (TWh) pada 2024 menjadi sekitar 33 TWh pada 2030 demi menjaga stabilitas jaringan listrik saat suplai melampaui permintaan. (DK)