BofA dan Goldman Sachs tunda prediksi pemangkasan suku bunga The Fed

Selasa, 12 Mei 2026

image

WASHINGTON - BofA Global Research dan Goldman Sachs menjadi lembaga keuangan terbaru yang menunda proyeksi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed), seiring masih tingginya risiko inflasi akibat lonjakan harga energi dan kuatnya pasar tenaga kerja AS.

BofA kini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga sepanjang tahun ini dan baru memangkasnya dua kali masing-masing 25 basis poin pada Juli dan September 2027. 

Sementara Goldman Sachs memproyeksikan pemangkasan pertama terjadi pada Desember 2026 dan Maret 2027, mundur dari perkiraan sebelumnya pada September 2026, mengutip dari Reuters.

Sejumlah perusahaan sekuritas global juga mulai merevisi proyeksi mereka terkait arah suku bunga AS pada 2026. Sebagian masih memperkirakan pelonggaran moneter, sementara lainnya menilai tidak akan ada pemangkasan sama sekali. 

Perang di Timur Tengah yang telah berlangsung sekitar 10 minggu dinilai mendorong kenaikan harga energi dan membuat bank sentral lebih berhati-hati terhadap ancaman inflasi.

Data ketenagakerjaan AS yang dirilis Jumat lalu menunjukkan jumlah pekerjaan pada April bertambah lebih kuat dari perkiraan, sementara tingkat pengangguran tetap di level 4,3%. Kondisi itu memperkuat pandangan bahwa The Fed belum akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.

Analis Goldman Sachs dalam laporan tertanggal 8 Mei menyebut jika pasar tenaga kerja tidak cukup melemah tahun ini, maka Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) kemungkinan baru akan melakukan dua pemangkasan terakhir pada 2027.

Pada rapat 29 April lalu, The Fed mempertahankan suku bunga acuan dalam voting ketat 8 banding 4, yang menjadi perbedaan suara terbesar sejak 1992. Inflasi AS sendiri masih berada jauh di atas target The Fed sebesar 2%.

Pelaku pasar kini memperkirakan suku bunga akan tetap berada di kisaran 3,50% hingga 3,75% sampai akhir tahun.

BofA juga menilai calon Ketua The Fed berikutnya, Kevin Warsh, kemungkinan akan mendorong suku bunga lebih rendah. 

Namun, kondisi ekonomi dan data terbaru masih belum memberi ruang bagi pemangkasan dalam waktu dekat.

Meski demikian, BofA memperkirakan peluang penurunan suku bunga akan mulai terbuka pada musim panas tahun depan ketika inflasi semakin mendekati target bank sentral. (DK)