Rupiah jebol Rp17.500, IHSG dibuka melemah
Selasa, 12 Mei 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari 1% pada pembukaan perdagangan Selasa (12/5) dan mendekati 6.800, setelah turun pada kisaran yang sama pada perdagangan Senin.
Pelemahan ini menyusul posisi nilai tukar rupiah yang melemah 0,51% dan mencapai Rp17.503/US$ hingga pukul 9.30 WIB, menurut data Bloomberg. Level ini menjadi posisi terendah bagi rupiah sepanjang sejarah.
Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai pelemahan rupiah yang kembali di atas Rp17.400/US$ dan menjadi tekanan terhadap pasar domestik. Hal ini menambah beban bagi IHSG yang sebelumnya mencatat net sell atau penjualan bersih dari investor asing sebesar Rp659 miliar di pasar reguler pada Senin.
Secara teknikal, BRI Danareksa menilai IHSG masih menguji area support penting di kisaran 6.850–6.960.
“Selama level tersebut bertahan, peluang rebound masih terbuka, namun jika ditembus maka risiko pelemahan lanjutan akan meningkat,” jelas analis BRI Danareksa, dalam catatan yang disampaikan kepada investor, yang menanti rilis data penjualan ritel hingga rebalancing MSCI pada 12 Mei 2026.
Sementara itu analis CGS International Sekuritas menilai rencana pemerintah Indonesia menerapkan royalti sejumlah komoditas mineral dan batu bara, masih menjadi perhatian investor.
“Sementara itu sikap hati-hati investor menjelang pengumuman rebalancing MSCI, berlanjutnya aksi jual investor asing dan pelemahan rupiah berpeluang menjadi katalis negatif,” jelas analis CGS Internasional.
CGS International memperkirakan IHSG pada perdagangan Selasa ini akan bergerak variatif, namun cenderung melemah dengan kisaran support 6.845/6.785 dan resist 6.965/7.025. (KR)